
Buronan FBI Maksim Viktorovich Yakubets
Buronan FBI Maksim Viktorovich Yakubets
Cyberthreat.id - Peretas (hacker) Rusia bernama Maksim Viktorovich Yakubets, 33 tahun, diduga kuat berada di balik serangan siber terhadap sistem operasional Garmin, penyedia layanan pelacak GPS, pencatat rute bersepeda, dan aplikasi kebugaran.
Yakubets yang memimpin kelompok peretas bernama Evil Corp disebut-sebut meminta uang tebusan sebesar US$ 10 juta atau setara Rp146,2 miliar kepada Garmin untuk memulihkan sistemnya yang sempat down pada 23 Juli lalu.
Garmin sendiri dalam sebuah pernyataan pada 27 Juli lalu telah mengonfirmasi serangan siber itu membuat sistemnya terkunci atau terenkripsi. Namun, Garmin tak menyebut apakah perusahaan telah membayar uang tebusan atau tidak.
"Sistem yang terpengaruh sedang dipulihkan dan kami berharap dapat kebali beroperasi normal selama beberapa hari ke depan," tulis Garmin.
Yakubets diduga telah beraksi sejak Mei 2009 dari kafe-kafe di Moskow. Pada Desember 2019, FBI menawarkan imbalan US$ 5 juta bagi siapa saja yang bisa menangkapnya. Menurut The Sun, itu adalah hadiah terbesar yang ditawarkan untuk tersangka penjahat di dunia maya.
Menggunakan nama samaran "Aqua", Yakubets telah didakwa di AS dan Eropa karena menyebabkan kerugian finansial puluhan juta dolar lewat serangkaian kejahatan siber melakukan serangan jarak jauh menggunakan ransomware, dan penyebaran malware yang menargetkan kredensial perbankan.
Dilansir dari India Today, pada Desember 2019 lalu Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) merilis rekaman video yang memperlhatkan Yakubets menjalani hidup mewah dan memiliki sebuah Lamborghini di Rusia.
"Jika Maksim Yakubets, yang menggunakan identitas online ‘Aqua’, meninggalkan Rusia ia akan ditangkap dan diekstradisi ke AS," tulis NCA di Twitter pada 6 Desember 2019.
Di Amerika, menurut The Sun, para pejabat keuangan AS juga mengklaim Yakubets memberikan "bantuan langsung kepada pemerintah Rusia" dengan mendapatkan dokumen rahasia untuk badan keamanan FSB.
Dia juga dikatakan sebagai bagian dari skema di mana badan intelejen Rusia merekrut penjahat untuk meretas target keamanan nasional suatu negara.
Di Moskow, Yakubets digambar sebagai orang yang "tak bisa disentuh."
Yakubets juga disebut-sebut hidup dengan gaya mewah dan menghabiskan US$ 250 ribu untuk pernikahannya dengan Alyona Benderskaya, seorang pengusaha wanita yang glamor pada musim panas 2017.
Terungkap pula Benderskaya adalah putri dari mantan perwira dengan unit pasukan khusus FSB, Eduard Bendersky. Pertalian darah itu memicu spekulasi bahwa Yakubets juga bekerja untuk FSB di bawah arahan mertuanya.[]
Share: