IND | ENG
Douyin Klaim Blokir 127.000 Akun Pornografi

Douyin adalah TikTok berbahasa China. | Foto: Unsplash

Douyin Klaim Blokir 127.000 Akun Pornografi
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 28 Juli 2020 - 10:00 WIB

Cyberthreat.id – Aplikasi berbagi video pendek, DouyinTikTok berbahasa China—mengklaim telah memblokir 127.000 akun sepanjang Juli ini.

Dalam pernyataan di blog perusahaan pekan lalu, diakses Selasa (28 Juli 2020), perusahaan menyatakan, sedang melawan pornografi, prostitusi, dan kegiatan ilegal di platformnya.

Tak hanya itu, perusahaan juga sedang membantu polisi melacak pelaku dalam dua kasus, yaitu iklan prostitusi dan informasi lain yang dianggap vulgar. Tautan-tautan iklan itu juga disebarluaskan ke berbagai akun media sosial lain seperti WeChat dan QQ, demikian seperti dikutip dari South China Morning Post.

“Kami berharap perusahaan internet, termasuk Tencent (WeChat dan QQ), akan berkolaborasi dengan kami untuk melawan rantai industri hitam ini melalui berbagi data, sehingga kami dapat melindungi kepentingan semua pengguna,” kata Douyin.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah China memang gencar mengawasi konten online di internet terkait pornografi dan konten lain yang dianggap tidak pantas oleh negara.

Pada 2018, misalnya, National Office Against Pornographic and Illegal Publications, badan pemerintah yang bertugas membersihkan internet China, menaikkan hadiah bagi yang melaporkan konten pornografi dan konten ilegal lainnya.

Pada tahun yang sama, QQ “menyegel dan menghentikan” 280 grup dan menangguhkan 600 akun di platformnya setelah mendapati anak di bawah umur memposting konten yang provokatif secara seksual.[]

#tiktok   #douyin   #pornografi   #china   #mediasosial   #internet   #ancamansiber   #kejahatanonline   #prostitusionline

Share:




BACA JUGA
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Survei APJII, Pengguna Internet Indonesia 2024 Mencapai 221,5 Juta Jiwa
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf