IND | ENG
Twitter Sapu Bersih Konten QAnon yang Berkeliaran di Platform-nya

Ilustrasi | Foto: Istimewa

Twitter Sapu Bersih Konten QAnon yang Berkeliaran di Platform-nya
Faisal Hafis Diposting : Rabu, 22 Juli 2020 - 13:54 WIB

Cyberthreat.id - Twitter akan bertindak tegas kepada netizen yang menyebarkan konten "QAnon" di platform-nya. QAnon merupakan teori konspirasi sayap kanan (salah satu aliran dalam ideologi politik) yang menyatakan rencana rahasia yang dilakukan oleh "negara rahasia" terhadap Presiden AS Donald Trump dan para pendukungnya.

QAnon sebelumnya dikenal sebagai obsesi online kelompok kanan ekstrem yang kini tumbuh melampaui asalnya di sudut gelap internet. QAnon telah merambah ke arena politik arus utama dan dimanfaatkan pendukung Trump. Presiden Trump berkali-kali me-retweet akun-akun yang mempromosikan QAnon.

Pekan ini Twitter mengumumkan bahwa teori konspirasi QAnon telah melanggar kebijakannya. Dengan demikian, Twitter bakal menindak mereka yang mencuitkan atau menyebarkan konten QAnon di seluruh layanannya.

Dengan tegas Twitter tidak akan memberikan toleransi penyebar konten QAnon. Pengguna yang nekat menyebarkan konten QAnon akunnya akan ditangguhkan secara permanen.

"Kami secara permanen menangguhkan akun yang mencuitkan tentang topik-topik ini," demikian cuitan @TwitterSafety, Rabu (22 Juli 2020).

Konten QAnon kerap terlibat dengan pelanggaran multi akun yang diantaranya fokus menyebar konflik, pelecehan, hingga memicu kekerasan terhadap pihak lain. Twitter mengatakan tak sedikit akun-akun atau korban konspirasi QAnon yang berusaha menghindari penangguhan.

"Sesuatu yang kami lihat semakin banyak dalam beberapa pekan terakhir," ungkap Twitter.

Kebijakan lainnya adalah Twitter juga tidak akan menampilkan konten dan akun yang terkait dengan QAnon di fitur Trends & Recommendations. Disebutkan bahwa Twitter akan "berusaha untuk memastikan sistemnya tidak menyorot aktivitas QAnon dalam kolom pencarian dan percakapan".

URL atau tautan yang terkait dengan QAnon juga akan diblokir oleh Twitter.

"Tindakan ini akan diluncurkan secara komprehensif pekan ini," ujar Twitter.

NBC News melaporkan terdapat sekitar 150.000 akun yang bakal terdampak kebijakan ini. Seorang juru bicara anonim menyampaikan, Twitter berhenti merekomendasikan akun dan konten QAnon, termasuk membatasi kemunculannya di fitur-fitur lain.

Berdasarkan data internal, sudah 7.000 akun yang telah ditangguhkan secara permanen oleh Twitter.

"Perusahaan telah men-drop lebih dari 7.000 akun QAnon dalam beberapa pekan terakhir karena terbukti melanggar aturan tentang pelecehan yang ditargetkan," ungkap juru bicara anonim tersebut.

Ia harus menjadi anonim dalam menyampaikan pesan karena khawatir menjadi target pelecehan/serangan yang ditargetkan oleh pendukung QAnon.

"Twitter bertindak tegas sekarang, lantaran meningkatnya bahaya yang terkait dengan teori konspirasi, khususnya terkait dengan QAnon." []

Redaktur: Arif Rahman

#Twitter   #QAnon   #Donaldtrump   #mediasosial   #viral   #retweet   #hoax   #disinformasi

Share:




BACA JUGA
Jaga Kondusifitas, Menko Polhukam Imbau Media Cegah Sebar Hoaks
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Antisipasi Deep Fake, Wamen Nezar Patria: Kominfo Lindungi Kelompok RentanĀ 
Banyak Penipu dengan Centang Biru di (Twitter) X