
Huawei | Foto: The Verge
Huawei | Foto: The Verge
Cyberthreat.id – Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan, sejauh ini Prancis tidak akan melarang Huawei Technologies untuk berinvestasi.
Pernyataan tersebut tentu berbeda dengan Inggris, sekutu Amerika Serikat, yang melarang dan mengeluarkan Huawei dari proyek 5G-nya.
“Tidak ada larangan-larangan untuk Huawei di Prancis, tetapi lokasi sensitif akan dilindungi,” kata Le Maire kepada radio France Info seperti dikutip dari Reuters, diakses Rabu (22 Juli 2020).
“Kami tidak akan melarang Huawei berinvestasi di jaringan 5G, tapi kami akan melindungi kepentingan keamanan nasional kami,” kata dia, Selasa lalu.
Namun, Le Maire mengutuk dugaan pelanggaran pemerintah China terhadap etnis minoritas Muslim di negara itu. Reuters melaporkan setidaknya satu juta etnis Muslim Uighur dan Muslim lainnya ditahan di pusat penahanan di Xinjiang.
Sebelumnya, Kepala Badan Keamanan Siber Prancis (ANSSI), Guillaume Poupard, juga mengatakan, Prancis tak mengeluarkan larangan total untuk peralatan Huawei Technologies dalam proyek 5G-nya.
Berita Terkait:
Namun, kata Poupard, institusinya meminta sebaiknya perusahaan telekomunikasi Prancis menghindari peralatan dari perusahaan China.
“Yang bisa saya katakan adalah tidak akan ada larangan total,” kata dia kepada surat kabar Les Echos.
“(Namun), untuk operator [telekomunikasi] yang saat ini tidak menggunakan, kami meminta agar mereka tak menggunakannya.”
Sejumlah negara Eropa sejak tahun lalu dilobi pemerintah Amerika Serikat untuk tidak memakai peralatan Huawei. Huawei dianggap AS memiliki koneksi dengan intelijen pemerintah China. Huawei berkali-kali membantah tudingan tak berdasar itu.
Pada Maret lalu, sumber Reuters di internal pemerintahan Prancis mengatakan, Huawei memang tidak akan dilarang. Hanya, perusahaan China ini akan dikeluarkan dari proyek jaringan inti 5G dengan alasan “risiko tinggi karena memproses informasi seperti data pribdai pelanggan.”[]
Share: