IND | ENG
Catfishing, Penipuan Romansa yang Bergentayangan di Aplikasi Kencan

Ilustrasi | Foto: Istimewa

Catfishing, Penipuan Romansa yang Bergentayangan di Aplikasi Kencan
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Senin, 20 Juli 2020 - 22:06 WIB

Cyberthreat.id - Saat ini banyak sekali kaum milenial maupun orang dewasa yang memanfaatkan aplikasi kencan online untuk mencari pasangan atau teman hang-out. Sayangnya, tidak semua aplikasi mewajibkan para penggunanya untuk memverifikasi identitas yang digunakan.

Dengan demikian, siapapun bisa memasukkan data identitas dengan bebas, terlepas benar atau tidaknya data yang diberikan.

Kondisi inilah yang menjadi peluang bagi penjahat cyber untuk beraksi. Para penjahat melakukan aktifitas Catfishing yang bisa menyebabkan kerugian secara emosional hingga materiil.

Apa itu Catfishing?

Catfishing merupakan salah satu bentuk aktifitas penipuan yang dilakukan di dunia maya. Bentuk penipuan ini variatif, mulai dari yang ringan seperti pemalsuan umur, pekerjaan dan mengedit foto yang sangat berbeda, sampai dengan penipuan berat seperti menggunakan identitas orang lain.

Istilah Catfish populer sejak 2010, dengan diluncurkannya siaran dokumenter Catfish di stasiun televisi Amerika Serikat MTV yang mengungkap berbagai alasan dari orang-orang yang membuat identitas palsu di internet.

Catfishing terjadi ketika seseorang menggunakan gambar dan identitas orang lain, untuk membuat identitas baru secara online, mulai dari sebagian identitas hingga keseluruhan identitas orang lain. Identitas baru ini digunakan untuk merusak reputasi pemilik identitas yang sebenarnya, atau sebagai alternatif identitas fiksi untuk membentuk hubungan online yang tidak jujur.

Catfishing kebanyakan terjadi di platform kencan online dan media sosial. Saat ini, Catfishing menjadi masalah yang cukup kompleks di kalangan orang dewasa dan remaja. Beberapa orang yang melakukan kejahatan penipuan ini berusaha keras membuat identitas palsu dan memiliki beberapa akun media sosial dengan tujuan memvalidasi profil lalu menipu calon korbannya.

Pelaku Catfishing memiliki motif yang berbeda-beda. Mulai dari iseng sekadar bermain-main, kurang percaya diri, membalaskan dendam pribadi atau memeras korbannya dengan meminta sejumlah uang dan barang mahal.

Kebanyakan pelaku pada awalnya akan menguji ketertarikan target/korban pada dirinya dengan cara bersikap selayaknya orang yang sedang melakukan pendekatan secara romantis. Apabila target memberi respons, pelaku kemudian melancarkan tipu muslihatnya. Penipuan biasanya diawali dengan meminta hadiah atau perlakuan istimewa terlebih dahulu.

"Lama kelamaan pelaku akan mengeksploitasi kelemahan korbannya lebih jauh," dilansir Cybersmile.org.

Catfishing sangat sulit untuk dideteksi karena kebanyakan interaksi hanya dilakukan melalui dunia maya. Namun, biasanya pelaku akan menunjukkan beberapa perilaku aneh yang mencurigakan.

Salah satunya modusnya dengan membuat banyak alasan dan terus menghindar jika diajak untuk bertemu secara langsung atau berkomunikasi melalui video chat.

"Pelaku Catfishing hanya ingin berkomunikasi melalui platform media sosial saja."

Untuk itu, sebelum memutuskan memiliki romansa melalui aplikasi kencan online, sangat penting untuk mencari tahu siapa calon pasangan dengan melacaknya. Trik pelacakan sederhana bisa dilakukan dengan mencari tahu sumber dari foto profil di halaman akun media sosialnya.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari Catfishing:

1. Cari informasi orang tersebut

Misalnya, mencari nama lengkapnya melalui laman pencarian google. Biasanya ketika mencari nama seseorang di Google akan muncul akun-akun sosial medianya, informasi sekolah atau kampus, dan juga informasi pekerjaannya. Jika tidak menemukannya, tentu orang tersebut patut dicurigai.

2. Cek Followers akun sosial media

Jika ia memberikan akun sosial media seperti instagram atau twitter, sangat penting mengecek followersnya, untuk memastikan apakah benar akun itu asli atau justru akun palsu.

3. Jangan berikan informasi pribadi

Untuk melindungi diri di internet dan di kehidupan nyata, biasakan untuk tidak memberikan informasi pribadi secara gamblang kepada orang yang dikenal melalui internet.

4. Pelajari Modus Penipuan

Membaca berita-berita penipuan di portal media online dan forum-forum di internet, akan menambah pengetahuan soal motif atau ciri-ciri pelaku catfishing.

5. Jangan mudah percaya

Jangan mudah percaya pada orang yang dikenal melalui internet, terlebih jika belum pernah bertemu secara langsung. []

Redaktur: Arif Rahman

#Catfishing   #mediasosial   #fraud   #scam   #datapribadi   #Kredensial   #keamananinformasi

Share:




BACA JUGA
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Serahkan Anugerah KIP, Wapres Soroti Kebocoran Data dan Pemerataan Layanan
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual