IND | ENG
Barat Tanpa Huawei: Akankah Ada ‘Plot Twist’ dari Kanada?

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. | Foto: The Canadian Press/Adrian Wyld via Nationaloberserver.com

Barat Tanpa Huawei: Akankah Ada ‘Plot Twist’ dari Kanada?
Andi Nugroho Diposting : Senin, 20 Juli 2020 - 08:04 WIB

Cyberthrea.id – Ini tahun suram bagi Huawei Technologies. Perusahaan raksasa telekomunikasi China itu disuruh hengkang dari Inggris. Setidak-tidaknya, akhir 2027 perangkat 5G Huawei harus sudah dicopot dari Inggris.

Langkah Inggris pada Selasa pekan lalu adalah impian Amerika Serikat yang menjadi kenyataan. Setelah akhir Januari lalu, Presiden AS Donald Trump gondok gara-gara Perdana Menteri Boris Johnson menerima Huawei terlibat dalam proyek 5G meski bukan di jaringan inti dan dibatasi 35 persen dari total proyek.

Sebagai sekutu dekatnya di Eropa, keputusan Inggris cukup dinanti-nanti AS. Inggris pun mengikuti langkah anggota Five Eyes—aliansi intelijen lima negara yang saling berbagi data rahasia—yang lebih dulu menolak: AS, Australia, Selandia Baru.

Dari lima anggota, baru Kanada yang belum mengambil keputusan. Namun, Kanada telah membantu AS akhir 2018 ketika menangkap anak dari pendiri Huawei, Meng Wanzhou. Wanzhou dianggap melanggar sanksi AS terhadap Iran, negara yang dikenai sanksi perdagangan, dengan menutupi bisnisnya dengan Negeri Para Mullah tersebut.

Sejak lama AS telah mewanti-wanti agar Kanada jangan bermain-main dengan Huawei. Pada November 2019, seperti dikutip dari Reuters, seorang pejabat senior AS mengatakan, jika Kanada mengizinkan teknologi 5G Huawei artinya itu mengancam aktivitas berbagi intelijen dalam jaringan Five Eyes.

Kanada sendiri masih dalam kebimbangan.

"Meskipun masalah keamanan sangat signifikan, kami juga harus memastikan kami memberikan pertimbangan penuh untuk apa yang terbaik untuk Kanada ... (dan) lingkungan industri," tutur Menteri Keamanan Publik Bill Blair, Januari lalu.


Berita Terkait:


Sementara itu The Globe and Mail, media asal Kanada, yang dikutip Reuters, menyebutkan, ada perpecahan di tubuh pemerintahan Kanada terkait dengan Huawei.

The Communications Security Establishment (CSE), badan kriptologis nasional Kanada, berbeda pendapat dengan Badan Intelijen Kanada (CSIS), kata dua sumber The Global and Mail.

"CSE menganggap ini soal teknis yang dapat dikelola, sedangkan CSIS benar-benar menentang untuk membuka pintu bagi kemungkinan spionase," kata sumber anonim itu.

Sehari setelah Inggris mengultimatum Huawei, Wakil Presiden Urusan Korporat Huawei Kanada, Alykhan Velshi, mengatakan, perusahaan berharap pemerintah Kanada tak mengikuti jejak sekutunya dan menjauhi pertimbangan politik.

“Kami melihat diri kami terperangkap di tengah perang dagang AS-China. Sayangnya, Kanada juga terjebak di tengah-tengahnya,” kata Alykhan seperti dikutip dari Globalnews.ca, Rabu (15 Juli 2020) yang diakses Senin (20 Juli).


Baca:


Alykhan melihat konteks banyak kebijakan politik yang diumumkan cenderung karena “pemerintah Trump menuntut agar siapa saja memilih satu pihak: apakah itu sebenarnya demi kepentingan mereka di satu sisi atau hal lain,” kata dia menyoroti keputusan Inggris.

Selama setahun terakhir, AS memandang Huawei sebagai ancaman keamanan dan mengatakan peralatan dan teknologinya “akan berfungsi sebagai pintu belakang bagi para pemimpin dan militer komunis China untuk memata-matai negara-negara lain ketika mereka mengadopsi teknologi 5G”. Tudingan yang menurut Huawei tak berdasarkan bukti.

Di Washington, Trump mendukung keputusan Inggris dan memperingatkan bahwa jika negara "ingin melakukan bisnis dengan kami, mereka tidak dapat menggunakan" teknologi dari Huawei, seperti dikutip dari The Globe and Mail.

Keputusan Inggris juga membuat Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (Partai Liberal) juga dihimpit kritik politik, terutama dari partai-partai oposisi.

"Faktanya, Kanada sekarang adalah satu-satunya negara di Five Eyes yang belum mengambil tindakan untuk mengurangi risiko keamanan menggunakan Huawei dalam jaringan 5G. Ini adalah kegagalan besar pada bagian pemerintah Trudeau untuk melindungi keamanan nasional," Pierre-Paul Hus dari Partai Konservatif.

“Kegagalan Trudeau melarang Huawei dari jaringan 5G membuat Kanada tidak nyaman dengan sekutu, mitra, dan kami mengancam berbagi intelijen dengan teman-teman terdekat kami,” ia menambahkan.

Tak hanya partai yang mendesak Trudeau. Toronto Sun, media lokal Kanada, di editorial-nya sehari setelah Inggris melarang Huawei, dengan tegas mengirimkan pesan kepada Trudeau: “Time to say no to China and Huawei,” begitu judul editorialnya.

Berikut ini cukilan dari editorial tersebut:

“Warga Kanada Michael Spavor dan Michael Kovrig telah dipenjara secara sewenang-wenang selama 585 hari sebagai pembalasan atas penangkapan eksekutif Huawei Meng Wanzhou. Mereka baru-baru ini dituduh memata-matai.”

Di bawah kediktatoran Komunisnya, China adalah negara jahat. Ini menunjukkan penghinaan terhadap diplomasi, aturan hukum dan kesusilaan manusia.

Para pemimpinnya tidak menunjukkan rasa hormat kepada warga negara kami. Respons Kanada yang takut-takut terhadap kejahatan HAM China di Hong Kong adalah yang paling lemah dan paling menyedihkan.

Ketika negara-negara lain telah melangkah untuk membantu mereka yang terjebak oleh "hukum keamanan nasional" yang baru, keheningan negara ini memekakkan telinga
.”

“Kami bukan negara terkuat di dunia, tetapi kami dihormati di seluruh dunia atas keberanian kami dalam melakukan apa yang benar dan apa yang bermoral.”

“Trudeau harus menunjukkan bahwa kami akan melanjutkan tradisi itu. Yang benar sekarang adalah mengangkat kepala kita tinggi-tinggi dan tidak tunduk pada tiran Tiongkok. Saatnya mencekal Huawei.”

Namun, sumber anonim The Globe and Mail di internal pemerintah Kanada menyebutkan, Kabinet Trudeau diperkirakan tidak segera memutuskan soal nasib Huawei di negaranya.

Sumber itu mengatakan, kabinet hanya memiliki satu diskusi tentang Huawei beberapa bulan lalu.

Ada tiga opsi untuk Huawei: larangan langsung, mengatur kondisi dan langkah-langkah mitigasi pada perangkat 5G Huawei, dan mengizinkannya masuk ke jaringan di bawah pembatasan yang mengharuskan peralatan untuk diuji dulu. Sayangnya, opsi ketiga tidak lagi dalam pertimbangan serius, kata sumber itu.

Akankah ada plot kejutan dari negara Persemakmuran Inggris itu?[]

#huawei   #inggris   #5g   #6g   #jaringan5g   #ancamansiber   #keamanansiber   #china   #teknologi5g   #amerikaserikat   #kanada   #fiveeye   #unieropa   #borisjhonson

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
Intelligent Sensing, Bagian Integral Pemerintahan Smart Cities
Huawei Pamerkan Produk Unggulan di MWC Barcelona