IND | ENG
Polisi Mumbai Bekuk Mega-Scam di Medsos, Gunakan Bot untuk Pemerasan hingga Bisnis

Penyanyi Bollywood, Bhoomi Trivedi, menjadi salah satu korban mega-scam di medsos dengan modus analitik teknologi-intelijen. Banyak akun mengatasnamakan dirinya muncul untuk berbagai kepentingan | Foto: Instagram

Polisi Mumbai Bekuk Mega-Scam di Medsos, Gunakan Bot untuk Pemerasan hingga Bisnis
Arif Rahman Diposting : Jumat, 17 Juli 2020 - 11:11 WIB

Cyberthreat.id - Kepolisian Mumbai mengungkap jaringan penipuan dan pemerasan internasional yang melibatkan pembuatan profil/akun palsu di media sosial yang dibalut dalam bisnis pemasaran media sosial (Social Media Marketing). Komisaris Polisi, Param Bir Singh, pada Selasa (14 Juli 2020) menyatakan telah menangkap seorang tersangka dalam kasus ini.

Pelaku ditangkap karena menggunakan teknik analitik teknologi-intelijen (technological-intelligence/techint). Sejumlah sumber menyebutkan tersangka ditangkap melalui cabang kejahatan ini di Gauri Shankar Nagar, pinggiran kota Kurla. Tersangka akan berstatus tahanan polisi hingga Jumat (17 Juli 2020).

Investigasi mengungkapkan pelaku adalah bagian dari jaringan penipuan pemerasan global yang lebih besar, melibatkan penciptaan berbagai identitas palsu di berbagai platform media sosial, membuat statistik kinerja palsu seperti follower palsu, komentar palsu, pendapat palsu dan lain-lain untuk mengembangkan statistik kinerja influencer.

Mengingat penyelidikan yang sedang berlangsung dan ada konsekuensi besar jika kasus ini terlalu dibuka, Singh kemudian mengumumkan pembentukan Tim Investigasi Khusus CIU dan Cyber ​​Cell di bawah Wakil Komisaris Polisi, Nandkumar Thakur, guna mengungkap kejahatan yang disebut malpraktek ini.

"Ini akan menjadi Special Investigation Team (SIT) pertama dari jenis kejahatan yang akan menyelidiki aspek ilegal dari bisnis pemasaran media sosial yang melanggar IT Act," kata Singh dilansir National Herald India, Rabu (15 Juli 2020).

Tersangka sejauh ini telah menciptakan lebih dari setengah juta pengikut palsu untuk 176 profil Instagram, TikTok, Facebook dan platform media sosial lainnya. Kemudian, pelaku memproyeksikan korban sebagai influencer melalui cara-cara curang yang dilakukan lewat operasi manual atau menggunakan perangkat lunak ilegal tertentu yang disebut 'Bot'.

Kasus mega-scam itu terungkap setelah penyanyi Bollywood, Bhoomi Trivedi, menyatakan keluhannya. Trivedi melaporkan kepada Singh pada Sabtu (11 Juli 2020). Ia menuntut tindakan tegas setelah beberapa orang tak dikenal membuat profil/akun palsu di Instagram yang mengatasnamakan dirinya.

Tak sampai di situ, pelaku juga mendekati artis baru atau pemain film di India dengan tawaran serupa, terutama meningkatkan follower untuk kepentingan pemerasan, kepentingan bisnis, serta berbagai kepentingan lainnya. Sejauh ini, kasus serupa di India baru terdaftar di kantor polisi Bangurnagar di Goregaon.

Penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa dengan memanipulasi sistem yang ada dari jaringan sosial, pemeras ini memposting pengikut palsu, dan lebih dari 100 portal dilaporkan terlibat dalam penipuan ini. Terdakwa yang ditangkap bekerja untuk satu portal semacam itu, misalnya www.followerskart.com.

Komisaris Polisi Singh mengatakan kasus ini adalah pertama kalinya bakal terjadi keributan dengan konsekuensi internasional, tetapi merusak negara tersebut. Profil dan pengikut palsu juga digunakan untuk membuat rumor dan kepanikan di masyarakat.

Penyelidikan CIU menemukan lebih dari 100 portal Pemasaran Media Sosial (Social Media Marketing/SMM) menyediakan pengikut palsu dll. Menggunakan identitas palsu dan/atau bot, dan penipu beroperasi melalui jaringan dan server Internet India dan internasional.

"CIU telah mengidentifikasi 54 portal di India dan sedang dilakukan tindakan tegas terhadap mereka," ujar Singh.[]

#Mediasosial   #Instagram   #bot   #Facebook   #tiktok   #fraud   #India   #fraud   #analyticaltechnological-intelligence   #techint   #akunpalsu

Share:




BACA JUGA
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Ada Bot Spam di Akun X Cawapres Mahfud
Malvertising Baru, Distribusikan PikaBot yang Menyamar sebagai Perangkat Lunak Populer
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger