IND | ENG
Ancam Keamanan Negara, India Blokir TikTok dan WeChat

TikTok | Foto: techlomedia.in

Ancam Keamanan Negara, India Blokir TikTok dan WeChat
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 30 Juni 2020 - 09:15 WIB

Cyberthreat.id – Kementerian Teknologi India memblokir sebanyak 59 aplikasi seluler, sebagian besar buatan China, di antaranya TikTok dan WeChat.

Menurut kementerian, aplikasi-aplikasi tersebut "merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara, dan ketertiban umum."

Selain kedua aplikasi, peramban UC Browser milik Alibaba dan dua aplikasi Xiaomi juga diblokir.

Google dan Apple diharuskan menghapus aplikasi-aplikasi tersebut di toko Android dan iOS-nya. Sejauh ini, menurut Google, perusahaan masih menunggu perintah pemerintah, sedangkan Apple belum memberikan tanggapan.

Pemblokiran tersebut menyusul konflik perbatasan kedua negara awal Juni di kawasan Himalaya. Dalam bentrok militer kedua negara, sekitar 20 tentara India tewas.


Berita Terkait:


Menurut Reuters, diakses Selasa (30 Juni 2020), pemblokiran itu bisa menghambat Bytedance, pengembang TikTok, untuk investasi di India.

Bytedance yang berkantor pusat di Beijing padahal berencana menginvestasikan US$ 1 miliar di India untuk membuat pusat data lokal dan meningkatkan rekrutmen di negara Bollywood itu.


Sumber: Indian Today


India adalah salah satu negara yang menjadi pendorong terbesar aplikasi TikTok. Tercatat sebanyak 611 juta unduhan khusus pengguna India atau 30,3 persen dari total unduhan TikTok, demikian menurut analisis aplikasi Sensor Tower pada April lalu.[]

#tiktok   #india   #china   #wechat   #mediasosial   #internet   #pemblokiranaplikasi   #ancamansiber

Share:




BACA JUGA
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Survei APJII, Pengguna Internet Indonesia 2024 Mencapai 221,5 Juta Jiwa
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf