IND | ENG
Inggris Terbitkan Izin Proyek Pusat Litbang Huawei

Huawei | Foto: VCG/CNET

Inggris Terbitkan Izin Proyek Pusat Litbang Huawei
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 26 Juni 2020 - 11:13 WIB

Cyberthreat.id – Huawei Technologies, raksasa teknologi telekomunikasi China, mengatakan, telah menerima izin perencanaan untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan di Inggris.

Investasi Huawei membangun pusat litbang tersebut senilai US$ 1,2 miliar—sebelumnya diberitakan US$ 494 juta, menurut Reuters, Kamis (25 Juni 2020).

Pusat litbang akan mempekerjakan sekitar 400 orang dan fokus pada produksi peralatan optik yang dipakai dalam sistem komunikasi serat optik (optical fiber).

Wakil Presiden Huawei Victor Zhang mengatakan, teknologi yang bakal dikembangkan di pusat litbang terpisah dari yang dipersoalkan AS.

Menurut Zhang, proyek pusat litbang telah dikerjakan sejak 2017 dengan membeli lahan seluas 500 acre (sekitar 202,34 hektare) pada 2018.

Pusat litbang tersebut berada di Desa Sawston, Cambridgeshire, Inggris, berjarak 11 kilometer dari Cambridge. Dibangun untuk meneliti dan mengembangkan sirkuit terpadu (chip) yang dipakai dalam jaringan internet cepat (broadband).

Kabar terbaru Huawei di Inggris itu di tengah perseteruan negara tersebut dengan Amerika Serikat. Kedua negara berbeda pendapat terkait Huawei dalam proyek jaringan 5G.

AS mendesak agar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menolak Huawei karena alasan keamanan perangkat. Huawei berkali-kali membantah bahwa tudingan alatnya terkoneksi dengan intelijen China tidaklah benar.

Namun, Inggris pada akhir Januari lalu menerima Huawei dalam proyek 5G, tapi hanya dibatasi kuotanya sebesar 35 persen dan tidak diizinkan untuk membangun jaringan inti.

Dengan keluarnya perizinan itu kemungkinan bakal memicu perselisihan kembali antara kedua negara.

Sebelumnnya, National Cyber Security Center (NCSC)—mirip dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Indonesia—sedang mengkaji dampak dari langkah-langkah AS yang membatasi Huawei, terutama soal pasokan chip.

Dalam suratnya kepada para operator—seperti BT Group dan Vodafone—yang diketahui oleh Reuters, NCSC mengatakan, agar mereka menjaga pasokan suku cadang yang memadai dari Huawei.

Selain itu, surat itu juga menekankan pentingnya peningkatan risiko terhadap peralatan Huawei, termasuk kemungkinan tersedianya pembaruan untuk produk-produk tersebut di mada depan.

Zhang enggan menanggapi soal perkembangan tersebut.[]

#huawei   #inggris   #5g   #6g   #jaringan5g   #ancamansiber   #keamanansiber   #china   #teknologi5g   #amerikaserikat   #kanada   #fiveeye   #unieropa

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
Intelligent Sensing, Bagian Integral Pemerintahan Smart Cities
Huawei Pamerkan Produk Unggulan di MWC Barcelona