
Cyberthreat.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut informasi tentang bocornya database Polri sebagai hoaks alias kabar bohong. Padahal, pelaku pembobolan telah menunjukkan bagaimana dirinya masuk ke database Polri lewat sebuah rekaman video.
Amatan Cyberthreat.id, pada Rabu (17 Juni 2020) situs Kominfo.go.id mengunggah sebuah artikel berjudul "[HOAKS] Seseorang Mengklaim Sudah Berhasil Membobol Data Seluruh Anggota Polri."
Artikel itu dilengkapi gambar cuitan dari pendiri Komunitas Ethical Hacker Indonesia, Teguh Apriyanto, yang memberitahu ada peretas yang menjual akses penuh ke Sistem Informasi Personil Polri (SIPP) seharga Rp17 juta.
Kominfo lantas memberi stempel cuitan Teguh itu sebagai hoaks.
Pemberian stempel hoaks oleh Kominfo itu berdasarkan keterangan dari Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono yang mengatakan informasi terkait pembobolan database anggota Polri hoaks yang tidak terbukti.
"Polri sudah memastikan bahwa tidak ada pembobolan data SIPP atau Sistem Informasi Personel Polri, karena variabel screenshot yang beredar di media sosial tidak sama dengan yang digunakan oleh SSDM Polri saat ini," tulis Kominfo.
Kominfo menyebut ucapan Brigjen Awi itu sebagai "fakta."
Informasi dari Kominfo itu kemudian diamplifikasi oleh media massa sebagai cek fakta, seolah itu adalah sebuah kesimpulan akhir.
Merdeka.com, misalnya, dalam artikel tertanggal 18 Juni 2020 menulis "CEK FAKTA: Hoaks Informasi Hacker Membobol Data Internal Polri."
Seperti Kominfo, artikel itu menyimpulkan bahwa "Informasi kebocoran data internal Polri adalah hoaks. Polisi memastikan tidak ada pembobolan data internal Polri. Polisi juga terus memburu penyebar hoaks tersebut."
Padahal, pada hari yang sama, pelaku pembobolan database Polri mengunggah sebuah video yang memperlihatkan bagaimana dirinya bisa masuk dan mengakses database personil Polri layaknya seorang admin. Video tersebut dapat diakses publik di tautan ini: golife.io.
Dalam video itu pelaku masuk menggunakan username "infopers" ke dabatase SIPP Polda Sumatera Selatan. Pada bagian kiri atas ada keterangan waktu akses pada 16 Juni 2020 pukul 04.25:33.
Pada layar, ada pula informasi yang menyebutkan database tersebut berisi data 14.785 personil aktif, 909 personel di luar Satker, 31 personil yang sedang pendidikan, 1.594 personil pensiun, 515 personil meninggal, 9.081 jabatan aktif, dan beberapa data lain.
Kemarin, setelah cuitannya disebut sebagai hoaks, Teguh Apriyanto mendatangi tim Cyber Crime Polri di lantai 15 Mabes Polri. Ia datang dengan didampingi tiga pengacara dari Tordillas. Fotonya kemudian diunggah di Twitter.
Teguh Aprianto (kedua dari kanan) mendatangi tim Cyber Mabes Polri, 17 Juni 2020 | Sumber: Twitter/@secgron
Teguh juga mengatakan pelaku yang menawarkan akses ke database personil Polri itu telah menghubunginya dan mengirimkan bukti tambahan dalam bentuk video.
"Saya memastikan kabar kebobolan ini adalah benar," tulis Teguh lewat akun Twitter @secgron sembari melampirkan tautan link ke video tersebut dan dapat diakses publik.
"Jadi dasar polisi bilang ini hoax dari mana?," tambah Teguh.[]
Share: