
Foto: BBC.com
Foto: BBC.com
Cyberthreat.id – Snap Inc, pengembang aplikasi multimedia Snapchat, mengatakan tidak akan lagi mempromosikan akun Presiden AS Donald Trump di bagian “Discover”.
"Kami tidak akan memperkuat suara yang menghasut kekerasan rasial dan ketidakadilan dengan memberi mereka promosi gratis di Discover," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3 Juni 2020).
"Kekerasan rasial dan ketidakadilan tidak memiliki tempat di masyarakat kita dan kita berdiri bersama dengan semua yang mencari perdamaian, cinta, kesetaraan, dan keadilan di Amerika."
Akun Snapchat Trump, yang sebagian besar terdiri atas konten kampanye dan tidak mengandung retorika informal seperti halnya di akun Twitter-nya, masih akan tetap diakses pengikutnya dan publik mencarinya, kata Snap.
Snap mengatakan bagian Discover menampilkan suara-suara dari berbagai spektrum politik, termasuk Partai Republik dan Demokrat.
Snap tidak merinci komentar Trump mana yang dianggap menghasut. Perusahaan mengatakan keputusannya untuk menghapus konten presiden dari Discover dibuat pada akhir pekan ini.
Sebelumnya, Twitter memicu kehebohan pekan lalu dengan menempatkan label pada beberapa tweet Trump yang dinilai melanggar aturan tentang informasi yang menyesatkan dan mendukung kekerasan, termasuk frasa yang dituduh rasial: "ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai."
Sementara Facebook menolak untuk mengambil tindakan apa pun pada unggahan yang sama dari Trump. Akibatnya, para karyawan protes dengan sikap perusahaan pada Senin (1 Juni).[]
Share: