IND | ENG
Snapchat Setop Promosikan Akun Donald Trump

Foto: BBC.com

Snapchat Setop Promosikan Akun Donald Trump
Andi Nugroho Diposting : Kamis, 04 Juni 2020 - 12:37 WIB

Cyberthreat.id – Snap Inc, pengembang aplikasi multimedia Snapchat, mengatakan tidak akan lagi mempromosikan akun Presiden AS Donald Trump di bagian “Discover”.

"Kami tidak akan memperkuat suara yang menghasut kekerasan rasial dan ketidakadilan dengan memberi mereka promosi gratis di Discover," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3 Juni 2020).

"Kekerasan rasial dan ketidakadilan tidak memiliki tempat di masyarakat kita dan kita berdiri bersama dengan semua yang mencari perdamaian, cinta, kesetaraan, dan keadilan di Amerika."

Akun Snapchat Trump, yang sebagian besar terdiri atas konten kampanye dan tidak mengandung retorika informal seperti halnya di akun Twitter-nya, masih akan tetap diakses pengikutnya dan publik mencarinya, kata Snap.

Snap mengatakan bagian Discover menampilkan suara-suara dari berbagai spektrum politik, termasuk Partai Republik dan Demokrat.

Snap tidak merinci komentar Trump mana yang dianggap menghasut. Perusahaan mengatakan keputusannya untuk menghapus konten presiden dari Discover dibuat pada akhir pekan ini.

Sebelumnya, Twitter memicu kehebohan pekan lalu dengan menempatkan label pada beberapa tweet Trump yang dinilai melanggar aturan tentang informasi yang menyesatkan dan mendukung kekerasan, termasuk frasa yang dituduh rasial: "ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai."

Sementara Facebook menolak untuk mengambil tindakan apa pun pada unggahan yang sama dari Trump. Akibatnya, para karyawan protes dengan sikap perusahaan pada Senin (1 Juni).[]

#donaldtrump   #snapchat   #antirasisme   #amerikaserikat   #georgefloyd   #mediasosial

Share:




BACA JUGA
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Mengenal Tiga Jenis Doppelganger Pemangsa Reputasi Perusahaan
China Tuduh Amerika Lakukan Spionase Siber Selama Satu Dekade Terhadap Server Huawei
Melanggar Data Anak-anak, TikTok Didenda Rp5,6 Triliun