
Foto: huaweicentral.com
Foto: huaweicentral.com
Cyberthreat.id – Huawei Technologies kehilangan Google pertengahan tahun lalu tak lama setelah Huawei masuk daftar hitam Departemen Perdagangan Amerika Serikat.
Imbasnya, tak ada aplikasi Google dan turunannya di smartphone terbaru Huawei, yaitu seri Mate 30 Pro.
Hilangnya aplikasi Google lantaran AS memposisikan perangkat Huawei dianggap tidak aman bagi keamanan nasional AS. Perangkat Huawei dituding memiliki jaringan pintu belakang (backdoor) ke intelijen pemerintah China. Namun, perusahaan selalu membantu berkali-kali selama setahun terakhir.
Huawei berencana memperbanyak smartphone-nya dengan OS HongMeng, tapi belum jelas kapan realisasinya. HongMeng telah diperkenalkan perusahaan tahun lalu.
Kabar teranyar, Huawei mengatakan Huawei Mobile Services (HMS) atau AppGallery telah diminati para pengembang (developer) setelah Google Mobile Services (GMS) atau Google Play Store tak lagi tersedia.
Pada pertemuan bisnis konsumen Huawei, beberapa waktu lalu, Wakil Presiden Layanan Cloud Bisnis Konsumen Huawei, Tan Donghui, mengatakan HMS mengalami peningkatan akses dari para developer.
“HMS kini telah memilih 1,5 juta pengembang terdaftar dan lebih dari 60 ribu aplikasi terkoneksi,” demikian tulis Wcctech.com yang diakses Jumat (28 Mei 2020).
Menurut Donghui, Huawei berharap untuk mencapai kesuksesan dengan HMS layaknya Google Mobile Services dan layanan iOS-nya.
Ia mengatakan, layanan cloud Huawei saat ini memiliki 650 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Ini meningkat 25 persen dari tahun lalu.[]
Share: