
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Twitter akan melabeli dan memberi pesan peringatan terhadap cuitan atau tweet dengan informasi yang menyesatkan dan salah terkait dengan virus Corona (Covid-19).
Langkah ini sudah digaungkan Twitter sejak tahun lalu, tetapi dengan adanya pandemi Covid-19, persoalan ini semakin kritis terutama dalam menyediakan kebutuhan informasi bagi masyarakat.
Twitter kembali menegaskan komitmennya untuk membatasi penyebaran konten yang salah (hoax dan disinformasi) di platformnya.
"Awal tahun ini, kami memperkenalkan label baru untuk tweet (cuitan) yang berisi media sintetis dan memuat manipulasi. Label yang ada seperti sekarang akan muncul di tweet berisi informasi yang berpotensi berbahaya dan menyesatkan terkait Covid-19," tulis Twitter dalam unggahan di blog resminya, Selasa (12 Mei 2020).
Twitter mengatakan label-label tersebut akan terhubung ke halaman yang dikuratori atau diawasi oleh Twitter maupun sumber tepercaya eksternal. Label itu berisi informasi tambahan guna memeriksa klaim yang dimaksud dalam tweet tersebut.
"Peringatan ini akan memberi tahu orang-orang bahwa informasi dalam tweet bertentangan dengan panduan ahli kesehatan masyarakat sebelum mereka melihatnya/membacanya lebih dalam," tambah Twitter.
Ada tiga panduan yang membuat Twitter bakal menindak konten hoax dan disinformasi di tiga kategori besar yakni:
1. Informasi yang menyesatkan, seperti pernyataan yang telah dikonfirmasi salah atau menyesatkan oleh para ahli. Termasuk informasi yang sudah diluruskan otoritas kesehatan masyarakat, tetapi didaur ulang menjadi sesat.
2. Klaim yang diperdebatkan, seperti pernyataan terkait keakuratan, kebenaran, atau kredibilitas klaim masih dipertentangkan atau tidak diketahui sama sekali.
3. Klaim yang tidak diverifikasi, seperti informasi yang bisa benar atau salah yang belum dikonfirmasi pada saat di-sharing.
Twitter mengatakan ingin meningkatkan sistem internalnya agar secara proaktif dapat memantau konten terkait dengan Covid-19. Sebab, sistem terbaru melawan hoax Covid-19 ini diklaim dapat mendeteksi konten dengan visibilitas tinggi secara cepat.
"Selain itu, kami akan terus bergantung kepada mitra terpercaya untuk mengidentifikasi konten yang cenderung mengakibatkan kerusakan offline."
"Mengingat situasi yang dinamis, kami akan memprioritaskan peninjauan dan pelabelan konten yang dapat menyebabkan peningkatan paparan virus atau transmisi," tegas Twitter. []
Redaktur: Arif Rahman
Share: