IND | ENG
Aktivis Ravio Minta Polri Usut Peretas Akun WhatsApp-nya

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Aktivis Ravio Minta Polri Usut Peretas Akun WhatsApp-nya
Tenri Gobel Diposting : Selasa, 28 April 2020 - 17:04 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Peneliti juga aktivis kebijakan publik, Ravio Putra Asri (RPA) melaporkan tindakan peretasan terhadap akun WhatsApp miliknya ke Polda Metro Jaya pada Senin (27 April 2020).

Akun WhatsApp Ravio diretas pada 22 April lalu. Ravio melaporkan insiden siber tersebut dengan merujuk pada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ravio melaporkan dugaan tindak pidana peretasan atau menerobos sistem elektronik sebagaimana pasal 30 ayat (3) jo 46 ayat (3) UU 19 tahun 2016 tentang ITE,” tulis Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Ade Wahyudin dalam keterangan tertulisnya yang diunggah di situs web SAFEnet pada Selasa (28 April 2020).

Dengan melaporkan kejadian itu, Ravio berharap kasus peretasan yang menimpanya agar dapat segera diproses sehingga pelaku sebenarnya dapat terungkap, termasuk motif pelaku.

Ravio tak hanya membuat pelaporan ke kepolisian, melalui kuasa hukumnya, ia juga akan membuat laporan resmi kepada provider selular juga terkait peretasan.


Berita Terkait:


Polda Metro Jaya telah membebaskan Ravio pada Jumat (24 April 2020) pada pukul 08.30 WIB setelah setidaknya “ditahan” selama 33 jam untuk pemeriksaan.

Ravio diperiksa oleh polisi karena adanya pelaporan terkait pesan WhatsApp yang menggunakan nomor ponselnya untuk menyebarkan pesan provokatif.

Pesan tersebut berbunyi, "Krisis Sudah Saatnya Membakar! Ayo Kumpul dan Ramaikan 30 April, Aksi Penjarahan Nasional Serentak, Semua Toko Yang Ada Didekat Kita Bebas Dijarah."



Namun, Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Damar Jumianto, menyatakan, sebelum pesan itu tersebar, akun WhatsApp Ravio lebih dulu diretas.

"Ia menunjukkan saat coba menghidupkan WhatsApp, muncul tulisan: You've registered your number on another phone. Lalu, dicek ke kotak masuk SMS, ada permintaan pengiriman kode One-time password (OTP)," kata Damar saat dikonfirmasi Cyberthreat.id pekan lalu.

Perlu diketahui, kode OTP tersebut berfungsi sebagai alat untuk memverifikasi pengguna ketika terjadi perubahan pada pengaturan WhatsApp. Salah satu metode pengiriman kode OTP yang paling umum adalah via pesan pendek (SMS).

Antara pukul 13.19 hingga 14.05, Ravio mendapatkan panggilan dari nomor 082167672001, 081226661965, dan nomor telepon asing dengan kode negara Malaysia dan Amerika Serikat. Ketika diidentifikasi melalui aplikasi, nomor tersebut merupakan milik AKBP HS dan Kol ATD, demikian pernyataan Koalisi.

Menurut Damar, Ravio sebetulnya telah menerapkan keamanan berlapis pada WhatsApp-nya, salah satunya autentifikasi dua langkah (2FA) dan memasang sidik jari. Tapi, peretas masih tetap bisa membobol akun WhatsApp tersebut.

Damar pun mengimbau Ravio untuk mengumpulkan bukti-bukti peretasan dan melaporkannya ke pihak keamanan WhatsApp guna memulihkan akunnya.

"Akhirnya oleh Head of Security WhatsApp dikatakan memang terbukti ada pembobolan. Setelah dua jam (tepatnya pukul 19.00), WhatsApp tersebut akhirnya bisa dipulihkan," ujar Damar.

Ravio adalah aktivis yang kerap mengkritik kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah. Sebelumnya, melalui akun twitter miliknya @raviopatra, ia mengkritik Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar yang diduga terlibat konflik kepentingan dalam proyek-proyek pemerintah di Papua.

Ravio juga mengkritik pemerintah terkait wabah corona (Covid-19), di mana pemerintah dianggap terlalu menyepelekan dan lalai terhadap virus tersebut. Ia mengkritik cara penyajian data oleh pemerintah terkait orang yang terinfeksi Covid-19 dengan judul “Kenapa Penyajian Data Rasio Kematian Covid-19 dari BNPB Menyesatkan.”[]

Redaktur: Andi Nugroho

#whatsapp   #peretasan   #safenet   #damarjuniarto   #billymambrasar   #raviopatra   #ylbhi   #polri   #poldametrojaya   #kedutaanbelanda

Share:




BACA JUGA
Kanal Youtube Diretas karena Konten Kritis? Begini Kata Akbar Faizal
BSSN Serahkan Sertifikat Akreditasi Penyelenggara Program Pelatihan Keamanan Siber Kepada Pusdik Intelijen Polri
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Produsen KitKat Hershey Ingatkan Dampak Pelanggaran Data
Lindungi Percakapan Sensitif, WhatsApp Luncurkan Fitur Secret Code