IND | ENG
Ini Dia Negara dengan Keamanan Siber Terbaik Dunia

Peta keamanan siber negara-negara di dunia versi Comparitech

Ini Dia Negara dengan Keamanan Siber Terbaik Dunia
Yuswardi A. Suud Diposting : Kamis, 12 Maret 2020 - 15:58 WIB

Cyberthreat.id - Ancaman keamanan siber berbanding lurus dengan perkembangan teknologi. Meskipun seluruh negara di dunia menyadari ini, namun tak semua sigap menghadapi ancaman itu. Lantas, negara mana yang terbaik menjaga wilayahnya dari ancaman di dunia maya?

Sebuah riset dari Comparitech yang dirilis awal Maret lalu menemukan Denmark adalah negara dengan keamanan siber terbaik di dunia untuk tahun ini, menggeser Jepang dari posisi terbaik tahun lalu ke posisi lima tahun ini.

Penilaian dilakukan dengan 7 kriteria:

1. Persentase perangkat seluler yang terinfeksi malware.

2. Persentase komputer yang terinfeksi malware.

3. Jumlah serangan malware yang menyasar industri keuangan

4. Persentase semua serangan telnet oleh negara asal

5  Persentase pengguna yang diserang cryptominers

6. Negara-negara yang paling siap menghadapi serangan siber

7. Negara-negara dengan undang-undang  keamanan siber terbaru


Tahun 2019, Denmark berada di urutan ke empat terbaik. Satu-satunya kelemahannya adalah negara itu tidak memiliki undang-undang khusus yang mengatur konten dan kejahatan dunia maya.

Negara dengan kinerja terbaik lainnya termasuk Swedia, Jerman, Irlandia dan Jepang. Sementara Prancis, Kanada, dan Amerika Serikat terdorong keluar dari posisi lima besar tahun lalu ke posisi 9, 6 dan 17 tahun ini.

Skor Swedia meningkat di semua kategori kecuali untuk serangan telnet yang naik dari 0,45 % menjadi 0,49%. Swedia juga merupakan negara dengan skor tebaik untuk serangan malware yang menyasar industri keuangan dengan hanya 0,1 % pengguna yang terpengaruh.

Skor Jerman naik dramatis karena menurunnya serangan malware keuangan, dari 3% menjadi 0,5%.

Skor Irlandia berasal dari peningkatan di semua kategori, serangan telnet (peningkatan kecil dari 0,06% menjadi 0,07%), dan peningkatan signifikan dalam persiapan serangan siber (dari 0,67 menjadi 0,78).

Sementara Jepang, terlempar dari peringkat satu tahun lalu ke peringkat kelima tahun ini karena peningkatan serangan ransomware selular (dari 1,34% menjadi 1,97%), peningkatan ransomware komputer (dari 8,3% menjadi 9,17%) dan serangan telnet dari negara (meskipun berkurang dari 1,23% menjadi 1,06%, masih lebih tinggi dari beberapa negara lain). Kabar baiknya, skor Jepang untuk persiapan serangan siber dan serangan penambang kripto (cryptominer) membaik.

Ada pun Prancis yang keluar dari 5 negara terbaik tahun lalu karena tingginya tingkat komputer yang terinfeksi malware (lebih dari 15%).

Sementara skor keseluruhan Kanada membaik, posisinya menurun karena skor yang lebih dari negara lain. Kanada juga mendapat nilai cukup tinggi untuk tingkat infeksi malware komputer (10,24%).

Amerika Serikat melorot secara signifikan ke posisi 17 karena tingkat infeksi malware komputer yang tinggi (9,07%) dan sejumlah besar serangan telnet yang berasal dari negara tersebut (4,71%).

Berikut adalah negara dengan serangan terenah per kategori:

Infeksi malware ponsel terendah: Finlandia (0,87% pengguna)

Serangan malware keuangan terendah: Denmark, Irlandia, dan Swedia (0,1%) pengguna.

Persentase infekse malware komputer terendah: Denmark (3,15% pengguna)

Persentase terendah serangan telnet oleh negara asal: Turkmenistan (0%).

Persentase serangan terendah oleh penambang kripto: Jepang (0,17% pengguna)

Persiapan terbaik untuk serangan siber: Inggris dengan skor 0,931

Undang-undang keamanan siber terbaru: Prancis, Cina, Rusia dan Jerman.

Bagaimana dengan Indonesia? Studi itu menempatkan Indonesia di urutan ke-56, dengan skor 54,89 tahun lalu menjadi 31,33 tahun ini (makin kecil skornya makin baik). (Selengkapnya baca: Riset: Keamanan Siber Indonesia Peringkat 56 dari 76 Negara).[]

#Comparitech   #Cybersecurity   #indexkeamanansiber   #regulasi   #sdmunggul   #siberkelasdunia   #cyberspace

Share:




BACA JUGA
Politeknik Siber dan Sandi Negara Gandeng KOICA Selenggarakan Program Cyber Security Vocational Center
Hacker Pro Palestina Klaim Retas Data Puluhan Perusahaan Israel
Cegah Penyalahgunaan, Wamen Nezar Patria: Pemanfaatan AI Perlu Diatur
Rawan Dibobol, Metrodata Alami Lonjakan Permintaan Jasa Cyber Security
BSSN Susun Peta Jalan Pembinaan Industri Keamanan Siber di Indonesia