IND | ENG
Panik Akibat Covid-19, Facebook Larang Penjualan Masker

Ilustrasi : Faisal Hafis/Cyberthreat.id

Panik Akibat Covid-19, Facebook Larang Penjualan Masker
Faisal Hafis Diposting : Sabtu, 07 Maret 2020 - 13:35 WIB

Cyberthreat.id - Facebook menyatakan platformnya akan bekerja untuk mengurangi kekacauan yang ditimbulkan akibat virus corona (Covid-19). Salah satu caranya dengan melarang perdagangan dan iklan masker wajah dan masker medis yang diklaim dapat menangkal virus tersebut.

"Kami sementara melarang iklan dan daftar dagang yang menjual masker wajah medis. Tim kami memantau situasi Covid-19 dengan cermat dan akan membuat pembaruan yang diperlukan," kata juru bicara Facebook seperti dikutip TechCrunch, Sabtu (7 Maret 2020).

Facebook Director of Product Management, Rob Leathern, menambahkan, dalam waktu dekat platformnya akan meluncurkan perubahan kebijakan terbaru terkait perdagangan masker ini. Leathern menyatakan, jangan sampai orang-orang tak bertanggung jawab mengambil manfaat dari kericuhan dan kepanikan global akibat Covid-19.

"Kami memantau Covid-19 dengan cermat dan akan membuat pembaruan-pembaruan yang diperlukan untuk kebijakan (terutama) jika kami melihat orang-orang mencoba untuk mengeksploitasi keadaan darurat kesehatan masyarakat ini," ujar Leather di akun Twitternya.

Selain itu, Facebook juga akan membatasi iklan produk medis yang menyiratkan bahwa pasokannya terbatas sehingga menciptakan rasa urgensi kepada pembeli untuk segera melakukan pembelian. Banyak pengguna Facebook yang menggunakan modus ini sehingga jualannya diserbu pembeli. Kemudian, iklan yang membuat jaminan untuk penyembuhan virus corona juga akan dibatasi oleh Facebook.

Wabah Covid-19 telah menimbulkan kepanikan dan ketakutan bagi masyarakat secara global. Para oknum kejahatan memanfaatkan kepanikan itu dengan menimbun obat-obat kesehatan, harga yang tidak wajar terhadap produk kesehatan serta obat palsu yang diklaim dapat menyembuhkan virus korona.

Sebelumnya platform e-commerce Amazon berupaya memberantas penawaran harga tertinggi pada produk-produk kesehatan, seperti pembersih tangan dan masker wajah dari platformnya. Situs lelang online, Ebay juga telah melarang semua daftar masker wajah N95 dan N100, pembersih tangan, dan tisu alkohol yang berpotensi dieksploitasi para oknum kejahatan.

Di Indonesia, sejumlah situs e-commerce popular di Indonesia seperti Tokopedia dan Shopee menawarkan obat-obatan yang diklaim bisa menangkal hingga menyembuhkan seseorang yang terinfeksi corona.

Beberapa diantaranya, obat Chloroquine/Primaquine yang dijual oleh Adeliaoktavia98 dengan judul "Obat Chloroquine/primaquine mencegah gejala virus corona". Pada bagian deskripsi produk disebutkan "metode yang efektif untuk mengobati virus corona. obat antimalaria Chloroquine Phosphate/Primaquine ditemukan memiliki efek penyembuhan pada virus corona."

Obat-obatan yang memiliki klaim dapat menangkal virus corona tersebut memang memiliki nomor izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Namun, obat-obatan itu belum diuji kebenarannya apakah dapat menangkal virus corona atau tidak, seperti yang diklaim penjual.[]

Redaktur: Arif Rahman

#Covid-19   #Facebook   #Corona   #transaksielektronik   #Phishingcorona   #Platformdigital   #E-Commerce

Share:




BACA JUGA
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Malware NodeStealer Pasang Umpan Wanita Seksi untuk Bajak Akun Bisnis Facebook
Perlindungan Data Pribadi, Meta Luncurkan Facebook dan Instagram Bebas Iklan di Eropa
Cacat OAuth Kritis Terungkap di Platform Grammarly, Vidio, dan Bukalapak
Penipuan Hak Cipta Facebook Makin Intensif, Pengguna Terlantar