
Ilustrasi | Foto: Safetynet Asia
Ilustrasi | Foto: Safetynet Asia
Cyberthreat.id – Banyak perusahaan hulu minyak dan gas berinvestasi dalam keamanan siber (cybersecurity) sepanjang 2029.
Fokus investasi cybersecurity itu sebagai upaya meningkatkan kemampuan deteksi dan pencegahan ancaman siber, menurut survei perusahaan jasa profesional, Accenture.
Survei yang dilakukan pada musim semi 2019 melibatkan 255 responden di 47 negara. Responden termasuk eksekutif, manajer, profesional TI, dan insinyur dari perusahaan minyak nasional dan internasional, perusahaan minyak independen, dan penyedia layanan ladang minyak.
Hasilnya, yang diterbitkan oleh Accenture pekan lalu, menunjukkan:
"Ketika operasi perusahaan minyak berada di bawah ancaman yang semakin meningkat, ketahanan dunia maya menjadi lebih penting bagi para pemangku kepentingan, konsumen dan pemerintah," kata Rich Holsman, Direktur Pelaksana Accenture, seperti dikutip dari SecurityWeek, 14 Februari lalu.
Menurut Rich, mengelola serangan bukan hanya masalah melindungi reputasi, harga saham, dan operasi, melainkan bagian dari tanggung jawab yang lebih besar untuk layanan dan keamanan nasional.
“Bisnis hulu harus terus berinvestasi secara serius dan substansial dalam langkah-langkah keamanan siber, karena mereka sering meremehkan serangan semacam itu,” kata dia.[]
Share: