
Ilustrasi | Foto: Freepik
Ilustrasi | Foto: Freepik
Cyberthreat.id - PricewaterhouseCoopers (PwC), perusahaan jasa layanan professional melakukan survei terhadap 1600 pemimipin perusahaan (Chief Executive Officer/CEO)di seluruh dunia.
Survei tersebut berkaitan dengan ancaman serangan siber yang mengintai para pemimpin perusahaan tersebut.
Dari hasil survei tersebut dilaporkan, sebanyak 48 persen dari jumlah CEO tersebut mengatakan, risiko serangan siber menyebabkan mereka mengubah perilaku digital pribadi mereka, seperti menghapus akun media sosial, atau aplikasi asisten virtual, atau meminta perusahaan untuk menghapus data mereka.
"Sudah jelas bahwa kejahatan dunia maya terus tumbuh, dan menjadi masalah bagi CEO di seluruh dunia. Hal itu menjadi ancaman terhadap margin mereka, merek mereka, dan bahkan keberlanjutan keberadaan mereka dari serangan cyber tidak lagi menjadi risiko abstrak yang dapat diabaikan," kata Richard Horne, Peneliti cybersecurity PwC, seperti dikutip dari ZDNet, Rabu, (29 Januari 2020).
Menurut Horne, akun media sosial berpotensi ditargetkan oleh penjahat sebagai cara mendapatkan akses ke informasi pribadi. Di sisi lain, ada kekhawatiran privasi tentang asisten virtual dan kemampuan mereka untuk memungkinkan penyadapan yang tidak diinginkan.
"Para CEO perlu menantang diri mereka sendiri dan manajemen eksekutif mereka. Apakah respons mereka memadai dan berkembang cukup cepat ketika risiko berkembang dan mengingat sifat keamanan siber? Ini akan berdampak pada semua aspek bisnis, termasuk strategi, pengembangan bisnis, rantai pasokan, staf dan pengalaman pelanggan, " ujar Horne.
Survei tersebut juga menyebut, sebanyak 80 persen dari CEO yang disurvei menyatakan ancaman siber sebagai risiko terbesar bagi bisnis mereka, lalu sebesar 79 persen dapat mengancam skill mereka, dan sebanyak 75 persen mengatakan, serangan siber merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan teknologi.
"Di tahun-tahun mendatang, mengelola risiko cybersecurity berpotensi memerlukan perubahan radikal pada bisnis dan operasinya. Hal ini supaya mereka lebih aman, serta membangun kontrol keamanan," tambahnya.[]
Share: