
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Hampir sejuta personel militer dan veteran di Amerika Serikat (AS) mengalami penipuan dengan total kerugian mencapai 405 juta USD dalam berbagai kasus penipuan sejak 2012. Data ini berdasarkan laporan baru yang dianalisis Komisi Perdagangan Federal (FTC) dan Better Business Bureau.
Pegawai yang bekerja di dinas Angkatan Darat AS menderita kerugian lebih dari 142 juta USD akibat penipuan. Kerugian tersebut menyumbang hampir 64 persen dari total kerugian yang tercatat sejak 2012. Ini diikuti kerugian yang diderita personel Angkatan Laut di angka 62 juta USD.
"Kerugian dari Korps Angkatan Udara dan Korps Marinir masing-masing mencapai 44.257.654 USD dan 24.976.528 USD," tulis Cyware Hacker News, Jumat (3 Januari 2020).
Terlepas dari penipuan terhadap personil militer, para Veteran turut menjadi target dalam berbagai skenario penipuan dan menyumbang lebih dari 60 persen dari total kerugian yang dilaporkan.
Negara Bagian Virginia mengklaim jumlah laporan tertinggi penipuan terhadap personil militer dengan 70.047 laporan. Sebagian besar dari kasus ini berasal dari pedagang pengecer yang diduga menipu anggota dengan layanan tertentu lalu meminta bayaran 5 USD untuk memberikan perlindungan hukum.
Penipuan paling menonjol
Penipuan bank dan memberikan pinjaman mendatangkan malapetaka terbesar. Menurut perkiraan, anggota militer AS kehilangan uang sekitar 111.709.530 USD.
Skema yang paling umum selama tujuh tahun terakhir adalah menawarkan pekerjaan. Penipuan semacam ini dilaporkan terjadi pada lebih dari 270 ribu kasus sejak 2012.
Biasanya, dalam skema ini, scammers mengirim email ke para veteran yang baru dipecat atau pensiun. Mereka mencari pekerjaan pertama sebagai warga sipil. Para penipu sering mengklaim memiliki tawaran pekerjaan di laman pekerjaan populer seperti LinkedIn.
Setelah dipekerjakan, veteran tersebut diperintahkan untuk membeli peralatan kerja melalui situs web yang dioperasikan secara diam-diam oleh para penipu. Situs web tersebut meminta para veteran untuk membeli sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan.
Berikutnya para scammer memberi tahu bahwa para veteran akan menerima cek untuk mengganti jumlah uang yang telah dihabiskan. Istilahnya reimburse, tetapi sebenarnya itu bohong dan penipuan.
Penipuan lainnya yang diidentifikasi selama tujuh tahun terakhir adalah pencurian identitas, penipuan hadiah, dan pembayaran uang muka untuk layanan kredit.
Share: