
Ilustrasi | Foto:capacitymedia.com
Ilustrasi | Foto:capacitymedia.com
Cyberthreat.id – Pemerintah Rusia mengumumkan pada Senin (23 Desember 2019), bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian uji coba terkait dengan pemutusan internet negara dari seluruh dunia.
Uji coba itu dilakukan selama beberapa hari sejak pekan lalu. Terlibat dalam uji coba antara lain lembaga pemerintah Rusia, penyedia layanan internet lokal, dan perusahaan internet lokal Rusia.
Tujuan dari uji coba tersebut untuk menguji apakah infrastruktur internet nasional Rusia–yang dikenal dengan sebutan “RuNet” (Russian Internet)–dapat berfungsi tanpa akses ke sistem penamaan domain (domain name system/DNS) global dan internet eksternal.
“Lalu lintas internet dialihkan kembali secara internal, secara efektif menjadikan RuNet Rusia sebagai intranet terbesar di dunia,” tulis ZDNet yang mengutip laporan dari media lokal Rusia, Senin.
Namun, pemerintah Rusia tidak mengungkapkan rincian teknis tentang ujo coba tersebut dan mengatakan hanya menguji beberapa skenario pemutusan, termasuk skenario yang disimulasikan serangan siber dari negara asing.
“Eksperimen itu dianggap sukses,” kata pemerintah dalam konferensi pers, kemarin.
"Ternyata, secara umum, bahwa otoritas dan operator telekomunikasi siap untuk secara efektif merespons kemungkinan risiko dan ancaman dan memastikan berfungsinya Internet dan jaringan telekomunikasi terpadu di Rusia," kata Alexei Sokolov, Wakil Kepala Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi dan Media Massa.
Sokolov mengatakan hasil uji coba tersebut akan dipresentasikan kepada Presiden Putin tahun depan.
Keberhasilan uji coba tersebut puncak dari beberapa tahun perencanaan, pembuatan undang-undang dari pemerintah Rusia, dan modifikasi fisik untuk infrastruktur internet lokal Rusia.
Awalnya, pemerintah Rusia akan menguji coba program RuNet tersebut April 2019, tapi tertunda dan menunggu pengesahan undang-undang yang mengaturnya.
Di bawah UU Kedaulatan Internet, pemerintah Rusia memiliki kewenangan dan kekuatan untuk memutuskan hubungan negara dari internet sesuka hati dan dengan alasan "keamanan nasional”.
UU juga mengamanatkan bahwa semua penyedia layanan internet lokal mengubah rute semua lalu lintas internet melalui chokepoints strategis di bawah pengelolaan Kementerian Komunikasi Rusia.
Chokepoints ini dapat berfungsi sebagai flip-switch raksasa untuk konektivitas internet eksternal Rusia, tetapi mereka juga dapat berfungsi sebagai alat pengawasan internet, mirip dengan teknologi “Great Firewall China”.
Share: