
Facebook | Foto: Cyberthreat.id/Andi Nugroho
Facebook | Foto: Cyberthreat.id/Andi Nugroho
Cyberthreat.id – Facebook Inc. dikabarkan tengah membangun perangkat lunak sistem operasi (OS) sendiri guna mengurangi ketergantungan dengan Android dan iOS di masa depan.
Sistem operasi yang direncanakan tersebut akan lebih difokuskan pada produk masa depan, seperti kacamata augmented reality dan headset Oculus.
“Kami ingin memastikan generasi berikutnya memiliki ruang untuk kami,” kata Andrew Bosworth, Kepala Perangkat Keras Facebook mengenai rencana sistem operasi itu, Jumat (20 Desember 2019).
Ia mengatakan, Facebook tidak percaya bahwa para pesaingnya akan memastikan ada ruang untuk Facebook di masa depan karena rencana perusahaan fokus pada virtual reality/VR (menghadirkan pengguna di dunia virtual) dan augmented reality/AR (menghadirkan efek virtual di dunia nyata).
“Jadi, kami akan melakukannya sendiri,” ia menambahkan.
Facebook Reality Labs (FRL) telah merinci beberapa pekerjaan yang telah dilakukan pada "full-body Codec Avatar”, yang saat ini mampu membuat representasi kepala orang begitu terlihat realistis, termasuk semua ekspresi wajah dan gerak tubuh dari sensor pada VR headset. Tujuan ke depan adalah untuk representasi seluruh tubuh.
Direktur Sains dan Riset FRL Yaser Sheikh menggambarkan, bahwa “full-body Codec Avatar” sebagai "representasi digital seseorang". "Kami membangun ini agar terlihat seperti kita, bergerak seperti kita, terdengar seperti kita, dan tujuannya adalah untuk dapat menghubungkan orang-orang di kejauhan," kata dia.
Menurut dia, Facebook memandang “Codec Avatar” sebagai batu loncatan untuk kacamata AR di masa depan, yang menjanjikan untuk menemukan kembali bagaimana orang berinteraksi satu sama lain.
Keterangan: full-body codec avatar | Sumber: akun YouTube Oculus
Usaha pembuatan perangkat keras Facebook di masa depan akan dipimpin oleh sebuah tim di kampus baru di Burlingame, tidak jauh dari markas besar Menlo Park Facebook.
Kampus yang memiliki luas 770.000 kaki persegi itu akan menampung sekitar 4.000 karyawan dan Facebook berencana memindahkan tim ke sana pada paruh kedua 2020.
Facebook juga berencana memiliki ruang pengalaman yang terbuka untuk umum yang dapat menguji produk AR dan VR, seperti headset Oculus Quest dan tampilan Portal Facebook. Perusahaan juga berencana membangun ruang ritel bagi yang ingin belanjar di lokasi.
Facebook juga dilaporkan sedang merancang prototipe sistem konferensi video VR dengan banyak peserta.
Facebook memang telah lama mencari cara untuk mengurangi ketergantungan pada iOS dan Android. Sebelumnya, mereka mencoba membangun ponsel sendiri dan mengembangkan perangkat lunak untuk bekerja pada perangkat HTC Corp, tapi kedua proyek tersebut gagal.
Sebelumnya, raksasa media sosial asal California itu juga telah menyiapkan proyek bernama “Project Oxygen”, seandainya aplikasinya diblokir atau tidak dapat diakses di Google Play Store. Jika itu terjadi, setidaknya Facebook telah memiliki wadah baru untuk bisa diakses pengguna.
Mengapa kacamata AR menjadi target Facebook? CEO Facebook Mark Zuckerberg memercayai bahwa di masa depan kacamata AR akan dapat menggantikan ponsel sebagai cara utama konsumen untuk terhubung dengan internet.
Sumber: disarikan dari MyBroadband | ZDNet
Share: