IND | ENG
Perkuat Bisnis AI, Intel Akuisisi Habana Labs Rp 28 Triliun

Logo Intel | Foto: Artiom Vallat/Intel

Perkuat Bisnis AI, Intel Akuisisi Habana Labs Rp 28 Triliun
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 17 Desember 2019 - 20:00 WIB

Jerusalem, Cyberthreat.id – Intel Corp memperkuat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Salah satu strategi yang dilakukan produsen chip terbesar asal Amerika Serikat itu dengan membeli Habana Labs, perusahaan pengembang chip untuk aplikasi AI asal Israel sekitar US$ 2 miliar (sekitar Rp 28 triliun).

Pengumuman pembelian tersebut disampaikan perusahaan pada Senin (16 Desember 2019), seperti dikutip dari Reuters. Keputusan itu, menurut perusahaan, demi memperluas portofolio AI serta meningkatkan bisnis pusat data (data center).

Persaingan bisnis di sektor AI mulai kencang sejak Alphabet Inc, induk Google, dan Amazom.com Inc juga merancang chip mereka sendiri untuk mengelola informasi yang mengalir ke pusat datanya dengan teknik pembelajaran mesin.

Unit prosesor pusat Intel masih menangani sebagian besar data yang diciptakan oleh lalu lintas internet, tulis Bloomberg, Senin.

Intel memperkirakan pasar chip AI tumbuh cepat melebihi US$ 25 miliar pada 2024 dibandingkan tahun lalu US$ 3,5 miliar.

Menurut Reuters, Intel semakin bergantung pada penjualan layanan pada pusat data karena penjualan personal computer (PC) mandek.

"(AI) ini adalah pasar tahap awal yang tumbuh sangat cepat [...] Kami akan agresif mengejar ini,” kata Kepala Unit Pusat Data Intel Navin Shenoy.

Habana, sebuah perusahaan prosesor AI, didirikan pada 2016 dan memiliki kantor di Tel Aviv (Israel), San Jose (AS), Beijing (China), dan Gdansk (Polandia). Hingga saat ini, Habana telah mengumpulkan dana investasi sebesar US$ 120 juta, termasuk US$ 75 juta dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Intel Capital.

Habana menambah deretan perusahaan AI yang telah diakuisisi Intel dalam beberapa tahun terakhir, seperti Movidius, Nervana, Altera dan Mobileye.

Pada Juni lalu Habana meluncurkan prosesor pelatihan Gaudi AI baru yang diklaim memberikan kecepatan pemrosesan lebih cepat untuk bersaing dengan Nvidia Corp.

Nvidia mengalahkan Intel pada Maret lalu dengan membeli pembuat chip Israel Mellanox senilai US$ 6,9 miliar demi meningkatkan bisnis chip data center-nya.

Chip pembelajaran mesin

Shenoy, mengatakan, bahwa setiap rangkaian chip yang dirancang akan dipakai untuk memecahkan masalah yang berbeda: apakah itu membantu mobil otonom atau melatih algoritma pembelajaran mesin di pusat data.

Shenoy mengatakan chip buatan Habana ditujukan untuk pembelajaran dalam (machine learning yang dilakukan di pusat data.

"Ada serangkaian kebutuhan yang heterogen dari pelanggan. Maka, ini peluang pasar cukup signifikan dan cukup besar sehingga kami dapat membangun portofolio khusus untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut dan melakukannya dengan cara yang membuat pelanggan merasa senang dan merespons dengan baik," kata dia.

Meski dibeli Intel, Habana akan tetap menjadi unit bisnis independen yang dipimpin oleh tim manajemen saat ini, tapi melaporkan kepada kelompok platform data Intel.

Perusahaan juga akan terus bermarkas di Tel Aviv dan dikepalai oleh Avigdor Willenz, yang akan bertindak sebagai penasihat senior Intel.

Sekadar diketahui, Willenz sebelumnya juga menjual perusahaan perancang chip Galileo Technologies ke Marvell Technology Group sebesar US$ 2,7 miliar pada 2001, dan Annapurna Labs ke Amazon sekitar US$ 370 juta pada 2015.

Intel memiliki basis kuat di Israel. Raksasa chip yang berbasis di California ini juga telah memindahkan kantor pusat teknologi otomotifnya ke Jerusalem setelah membeli Mobileye, pengembang teknologi mobil otonom, seharga US$ 15 miliar pada 2017.

#intel   #chip   #ai   #kecerdasanbuatan   #habanalabs   #israel   #teknologiAI   #pembelajaranmesin   #machinelearning

Share:




BACA JUGA
Demokratisasi AI dan Privasi
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
Intelligent Sensing, Bagian Integral Pemerintahan Smart Cities
Wamenkominfo Apresiasi Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Talenta AI Aceh
Microsoft Merilis PyRIT - Alat Red Teaming untuk AI Generatif