
Ilustrasi | Foto: smartcitiesworld.net
Ilustrasi | Foto: smartcitiesworld.net
Shanghai, Cyberthreat.id – China secara resmi mulai meneliti teknologi telekomunikasi generasi keenam (6G). Ini diyakini sebagai langkah untuk membuat inovasi nirkabel terbaru, demikian dilaporkan Reuters, Kamis (7 November 2019).
Pekan ini, kementerian dan lembaga penelitian pemerintah China mulai membahas dalam pertemuan perdana. Pemerintah pun membentuk kelompok riset dan pengembangan teknologi 6G nasional, menurut laporan Science and Technology Daily yang diterbitkan oleh Kementerian Sains dan Teknologi China.
Teknologi yang terkait dengan layanan seluler ultra cepat telah menjadi titik konflik utama antara Amerika Serikat dan China dalam beberapa bulan terakhir.
Berita Terkait:
AS tampaknya tak mau kalah dengan China dalam mengembangkan jaringan 6G. Presiden AS Donald Trump pada Februari lalu di Twitter-nya, mengatakan, ingin teknologi 6G di AS sesegera mungkin diadakan dengan mendesak perusahaan-perusahaan AS untuk meningkatkan upaya mereka atau tertinggal dengan negara lain..
Langkah Beijing untuk memulai penelitian ke dalam 6G terjadi beberapa hari setelah tiga telekomunikasi terbesar negara itu meluncurkan layanan ponsel 5G secara nasional, salah satunya Huawei.
China pada awalnya mengatakan akan meluncurkan layanan internet seluler ultra-cepat awal tahun depan, tetapi mempercepat rencananya karena ketegangan dengan AS memanas.
Negara-negara di seluruh dunia telah berlomba untuk meluncurkan jaringan nirkabel generasi 5G, yang dapat memberikan kecepatan data setidaknya 20 kali lebih cepat dari 4G. Jaringan 5G mendukung teknologi baru seperti mobil self-driving dan augmented reality.
Share: