
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Baru-baru ini wartawan Cybersecurity BBC, Joe Tidy, membuktikan bagaimana aplikasi stalkerware bekerja mengawasi pasangan seseorang. Tidy yang bertindak sebagai korban memberikan ponselnya kepada seorang wanita, yang dianggap pacarnya, dengan perangkat yang telah mendownload stalkerware.
Selama tiga hari Tidy memperlihatkan bahwa stalkerware ternyata sangat menakutkan. Aplikasi ini mampu memata-matai seluruh kegiatannya mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga malam hari menjelang tidur.
"Tidak ada sedikitpun hal mencurigakan di ponsel saya, tapi data terus terkirim kepada orang yang memata-matai saya. Ini memang menakutkan," kata Joe dilansir BBC, Jumat (25 Oktober 2019).
Dalam sebuah video yang di-posting laman BBC, diperlihatkan bagaimana Tidy tidak pernah mengetahui semua kegiatannya sampai hal-hal privat bisa diamati. Kamera ponsel, depan maupun belakang, aktif mengirim data ke ponsel seorang wanita yang dianggap sebagai pacarnya.
Aplikasi percakapan di ponsel Tidy bisa diketahui oleh sang pengintai. Semua aktivitasnya bisa direkam, mulai dari percakapan di aplikasi lain sampai text SMS hingga game apa yang dimainkannya. Ada fungsi rekam yang memberikan data kontak dan percakapan sampai akun media sosial.
"Jangan tinggalkan ponsel anda ketika mendownload karena saat itu ponsel anda butuh kontrol secara fisik," jelas Tidy.
"Jangan gunakan data biometrik di ponsel, seperti sidik jadi atau deteksi wajah. Kemudian anda segera cari informasi aplikasi apa yang digunakan untuk menghapus stalkerware. Temukan di cybersecurity apps yang tepat. Anda juga bisa banyak bertanya kepada ahli."
Amy (23 tahun), seorang korban stalkerware yang dipasang oleh pacarnya sendiri mengatakan, aplikasi ini digunakan sebagai alasan untuk melakukan kekerasan (domestic abuse). Hubungannya rusak karena sang pacar mengetahui hal detail tentang semua teman-teman, keluarga hingga kehidupan sehari-hari.
"Suatu hari komputer saya di rumah mendapat email alert yang mengatakan kemungkinan saya telah diamati oleh sebuah aplikasi. Saya langsung terdiam dan gemetar usai membaca email itu," kata Amy.
Kaspersky melalui laporan Kaspersky's The State of Stalkerware 2019 menemukan sebanyak 380 varian stalkerware selama periode Januari-Agustus 2019. Jumlah tersebut, meningkat sebanyak 31 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Awal Oktober 2019, MalwareByte Labs menyatakan setidaknya terdapat sekitar 12 informasi yang bisa diketahui stalkerware ketika sudah di download. Mulai dari lokasi GPS, IP address hingga seluruh akses terhadap foto, video, audio dan email serta media sosial anda.
Share: