
Ilustrasi | Foto: Cyberthreat/Faisal Hafis (M)
Ilustrasi | Foto: Cyberthreat/Faisal Hafis (M)
Jakarta, Cyberthreat.id – Jejaring sosial Facebook kini sedang mengalami gelombang aktivitas kampanye berupa penggalangan dana palsu. Polanya cukup sederhana: pelaku akan membuat sebuah grup kemudian mereka tambahkan beberapa konten untuk diunggah.
Mereka akan memberikan rincian cara melakukan transfer bank didukung dengan komentar yang cukup terlihat ramai dan meyakinkan, demikian Kaspersky menjelaskan dalam siaran pers yang diterima, Jumat (20 September 2019).
Menurut Kaspersky, grup tersebut cenderung klise (mengikuti template). Nama grup berisi permohonan bantuan dan konten unggahan menggambarkan sebuah cerita emosional, biasanya tentang anak-anak yang menderita penyakit parah, kemudian diilustrasikan oleh foto dan video yang diunggahg pada laman grup.
“Beberapa unggahan biasanya menyalin kata-demi-kata dari postingan grup penipuan lainnya. Satu-satunya detail yang berbeda di setiap grup adalah nama anak, diagnosa penyakit, dan nama rumah sakit tempat mereka menerima perawatan,” kata Kaspersky.
Seringkali informasi kontak dan rincian transfer bank tertera persis sama pada beberapa grup, "Ini menjadi indikator penipuan yang paling dapat diandalkan dan seharusnya mudah untuk diketahui,” lanjut Kaspersky.
Yang mengkhawatirkan adalah bersamaan dengan grup palsu di Facebook, komunitas lain yang benar-benar nyata juga melakukan pengumpulan dana.
Berikit ciri-ciri kampanye penggalangan dana asli atau tidak:
Usia grup dan konten
Apabila grup baru berusia beberapa minggu dan hanya berisi sekitar tiga unggahan, tapi telah dilihat dan dibagikan beberapa ribu kali, kemungkinan besar grup ini dijalankan oleh para pelaku penipuan.
Sebuah komunitas yang asli akan membutuhkan beberapa waktu untuk berkembang, dan pengorganisasi grup-grup ini memberikan lebih banyak informasi secara signifikan.
Menonjolkan rasa iba
Penggunaan video emosional, ketersediaan foto-foto berkualitas rendah, ayat-ayat sedih, dan banyaknya teks yang menggunakan huruf kapital serta tanda seru telah dirancang untuk membuat Anda bertindak secara spontan tanpa berpikir kritis mengenai kebenaran cerita.
“Organisasi yang menghargai diri sendiri biasanya tidak menggunakan tindakan seperti itu,” kata Kaspersky.
“Karena bagi mereka lebih penting untuk membangun hubungan saling percaya dengan kesukarelaan dan dapat terus memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan di masa depan.”
Komunitas sesungguhnya akan menceritakan kisah pasien mereka dalam bahasa yang sederhana, tanpa daya tarik emosional yang kuat, dan memberikan deskripsi terperinci tentang bagaimana perawatan berjalan serta bagaimana mereka mamanfaatkan uang yang telah diterima.
Sementara, penipu justru memiliki keinginan untuk memperoleh uang sebanyak mungkin sebelum grupnya ditutup sehingga mereka menggunakan tekanan emosional yang mendesak.
Misalnya, dalam grup penipu, biasanya dituliskan "almost reach (hampir tercapai)," meski grup tersebut baru dibuat oleh komunitas. Pada saat yang sama, mereka juga akan mengatakan, "urgent bill (tagihan mendesak)" yang harus segera dibayarkan dan karena itu mereka membutuhkan uang Anda segera.
Semakin terburu-buru, semakin kecil kemungkinan Anda memverifikasi apakah kampanye tersebut asli atau tidak. Jika terdapat permintaan dana yang bersifat seperti itu, berhati-hatilah karena bisa menjadi pertanda yang mencurigakan.
Tidak dilengkapi dokumentasi pendukung
Secara umum, grup penipu tidak akan memiliki jejak laporan atau catatan medis lain. Bahkan jika tersedia, Anda harus membacanya dengan seksama dan memastikan bahwa dokumen tersebut cocok dengan rincian permintaan bantuan.
Misalnya, terdapat satu grup pengumpulan dana untuk perawatan seorang anak perempuan yang menderita penyakit jantung, tapi pemilik akun justru mengunggah foto-foto laporan medis yang menyatakan bahwa anak tersebut menderita down syndrome. Bisa jadi sang anak memiliki kedua diagnosa, tetapi informasi tidak relevan yang hanya membingungkan pengguna adalah tanda kuat bahwa terdapat sesuatu yang salah dengan grup tersebut.
Tanggapan untuk pertanyaan klarifikasi
Menjadi hal biasa bagi orang-orang yang peduli untuk meminta lebih banyak rincian informasi dari pengurus grup. Permintaan pembaruan tentang kondisi anak, informasi tentang penyakit dan perawatannya, bahkan nama-nama dokter dan perawat mereka. Dalam grup penipuan, komentar ini akan dihapus dengan sangat cepat, dan pengguna yang memposting komentar akan diblokir.
Situs web yayasan
Biasanya tautan yang mengarah ke situs web resmi organisasi amal akan ditampilkan pada laman grup penipu. Inilah cara para pelaku penipuan meningkatkan kepercayaan Anda pada mereka dengan menunjukkan bahwa grup tersebut tidak hanya ada di Facebook.
“Jika Anda mengunjungi situs web tersebut, kami tidak menyarankan untuk memasukkan informasi apapun tanpa adanya kejelasan terlebih dahulu,” tulis Kaspersky.
Mulailah dengan mencatat tanggal pembaruan paling akhir, dan juga memverifikasi apakah situs web tersebut memuat laporan mengenai pendapatan dan pengeluarannya. Yayasan amal dianjurkan untuk mempublikasikan informasi tersebut. Jika sebuah situs web mengumpulkan uang tetapi tidak melaporkan keuangannya, organisasi tersebut tidak dapat dipercaya.
Tetap berpikir kritis
Untuk memastikan bahwa uang Anda benar-benar digunakan dengan tepat dan tidak masuk ke dalam kantong penipu, luangkan sedikit waktu untuk memverifikasi cerita di balik setiap permintaan penggalangan dana yang Anda terima.
Mungkin cara terbaiknya adalah menyumbangkan uang Anda ke yayasan amal yang sudah dikenal dan bukan kepada individu. Dengan begitu, Anda dapat meyakini bahwa dana yang disumbangkan sampai ke tangan yang aman.
Share: