IND | ENG
Hadapi Industri 4.0, Sekolah Pelosok Dibantu Alat TIK

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Hadapi Industri 4.0, Sekolah Pelosok Dibantu Alat TIK
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Rabu, 18 September 2019 - 15:55 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Digitalisasi Sekolah khusus di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Digitalisasi Sekolah merupakan implementasi dari new learning, yang disiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Karakteristik new learning tersebut, antara lain student centered, multimedia, collaborative work, information exchange, dan critical thinking and informed decision making.

Tahap awal program itu dilakukan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu (18 September 2019) yang ditandai dengan pemberian sarana pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada sekolah serta komputer tablet kepada siswa.

Sarana pembelajaran TIK yang diberikan berupa PC, laptop, LCD, router, dan eksternal hard disk. Sekolah yang akan menerima sarana pembelajaran tersebut di Kabupaten Natuna sebanyak 38 sekolah dari SD hingga SMA/SMK.

“Digitalisasi Sekolah merupakan terobosan baru di dunia pendidikan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam berbagai aspek pengajaran,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi di Jakarta, Selasa (17 September 2019).

Selain itu, pemerintah membagikan tablet kepada 1.142 siswa, terdiri atas 508 siswa SD, 303 siswa SMP, 228 siswa SMA, dan 103 siswa SMK. “Komputer tablet tersebut telah dipasangkan aplikasi rumah belajar yang menyediakan delapan fitur utama,” ujar Muhadjir.

Delapan fitur belajar itu, antara lain sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofesian berkelanjutan, dan kelas maya.

Mengingat letak geografis sekolah sasaran dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, “Pemberian sarana pembelajaran TIK dan tablet akan diberikan kepada 18 sekolah dan 590 siswa. Sementara, 20 sekolah dan 552 siswa yang terkendala faktor geografis dan cuaca akan tetap diberikan bantuan digitalisasi sekolah,” ujar Mendikbud.

Total anggaran untuk pembelian sarana pembelajaran TIK dan komputer tablet sebesar Rp 3,18 miliar. Dana diambil dari BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. Tahun 2019 Kemendikbud telah menganggarkan bantuan sarana pembelajaran TIK dan tablet melalui BOS Kinerja untuk 6.004 sekolah dan 692.212 siswa. Sementara, BOS Afirmasi untuk 30.277 sekolah dan 1.061.233 siswa.

Kemendikbud juga mencanangkan lima program lain. Program tersebut adalah percepatan pencairan Program Indonesia Pintar (PIP), Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP), seTARA Daring dan E Modul Pendidikan Kesetaraan, serta laman Sahabat Keluarga, dan Bimbingan Calon Fasilitator (BCF) Pendidikan Keluarga dalam Jaringan.

Redaktur: Andi Nugroho

#digitalisasisekolah   #kemendikbud   #industri4.0   #teknologiinformasi   #TIK   #muhadjireffendy

Share:




BACA JUGA
Kominfo Terbitkan Surat Edaran Etika Penggunaan Artificial Intelligence
Huawei Cloud Pasok Energi Positif Bagi Proses Bisnis
Huawei Gelar Media Camp 2023, Perkuat Kolaborasi Sukseskan Transformasi Digital Indonesia
Siapkan Pedoman Etika AI, Kominfo Undang Pemangku Kepentingan Beri Masukan
Vietnam dan Filipina Sorot Keamanan TikTok