
Chipset Kirin Huawei | Foto : Dok. Huawei
Chipset Kirin Huawei | Foto : Dok. Huawei
Jakarta, Cyberthreat.id- Dalam beberapa tahun terakhir, Huawei melesat dari peringkat keempat menjadi peringkat kedua pasar smartphone di dunia.
Berdasarkan data dari International Data Corporation (IDC), Huawei berhasil mengalahkan Apple untuk menjadi penjual smartphone global terbesar kedua sejak kuartal kedua tahun 2018.
Bahkan, menurut data dari IDC untuk kuartal I tahun 2019, Huawei telah mencatat pengapalan global sebanyak 59.1 juta unit dan menguasai 19 persen pangsa pasar.
"Melalui strategi pada inovasi dan peningkatan performa yang signifian itu menjadi perbincangan banyak orang, menjadikan Huawei terus meraih pangsa pasar selama lima tahun terakhir ini,” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei Consumer Business Group, Indonesia melalui siaran pers, Senin, (16 September 2019).
Dua varian smartphone premiumnya, yaitu seri Mate dan P, diklaim mendapatkan pujian atas teknologi fotografinya dari kerjasama dan riset berkelanjutan dengan produsen lensa kamera Leica. Tak hanya itu, kesuksesan juga diperoleh dari kontribusi dari produk seri nova.
Menurut Seng, sejak 2016 lalu pertama kali diperkenalkan, nova berhasil merebut perhatian kawula muda. Di tahun 2016, sebanyak 65 juta unit smartphone nova berhasil terjual.
“Huawei P series, menentukan standar kamera smartphone. Mate series menjadi standar untuk teknologi mobile yang futuristic. Sedangkan Huawei nova, merupakan standar smartphone yang trendi, generasi millenial dan pengguna yang memperhatikan fashion,” tambah Seng.
Inovasi Produk
Apa artinya ponsel keren dengan performa namun lagging? Huawei memperhatikan hal ini dengan menyematkan chipset terbaik di produknya. Bukan hanya untuk produk flagship seri Mate dan P, seri nova juga diperkuat dengan chipset Kirin yang akan memberikan performa kuat.
Alhasil, seri nova menawarkan performa pengguna yang mulus, dengan layar sentuh responsif, operasional lancar. Serta gaming dan streaming video tanpa lag.
GPU Turbo Technology, yang telah diterima dengan baik di industri ini dan juga oleh konsumen, disematkan juga ke dalam perangkat seri nova. Fitur ini merampingkan sumber daya pemrosesan dan mengalokasikannya di antara sistem EMUI, GPU dan CPU.
“Hal itu memungkinkan software dan hardware untuk bekerja secara sinergis untuk meningkatkan keseluruhan efisiensi komputasi,” ungkap Seng.
Seng menambahkan, dengan pemahaman yang mendalam tentang dinamika pasar, Huawei nova memberikan smartphone yang menyenangkan, bebas, dan individual untuk konsumen modern.
"Komitmen untuk mengintegrasikan identitas yang unik dengan performa yang premium dan kualitas terbaik, berhasil mendapat perhatian pengguna yang masih muda atau merasa muda. Dengan usaha Huawei untuk terus berinovasi dalam aspek riset chipst, AI, estetika, ergonomis, dan fotografi smartphone, seri nova akan terus tampil dengan gebrakan terbaru," tutur Seng.
Share: