IND | ENG
MHI, Raksasa Asia Pertama Gabung Charter of Trust  

Mitsubishi Heavy Industries

MHI, Raksasa Asia Pertama Gabung Charter of Trust  
Arif Rahman Diposting : Selasa, 23 April 2019 - 19:16 WIB

Tokyo, Cyberthreat.id - Mitsubishi Heavy Industries (MHI) mencatatkan diri sebagai perusahaan Asia pertama yang terdaftar dalam Charter of Trust Cybersecurity.

MHI menandatangani kesepakatan perjanjian kerja sama di Tokyo pada Selasa (23/4/2019). Perusahaan raksasa asal Jepang menjadi anggota ke-17 dari inisiatif keamanan siber global tersebut.

"Kami merasa terhormat diundang oleh Siemens untuk bergabung dengan Charter of Trust," kata Eisaku Ito dari MHI. 

Charter of Trust adalah semacam piagam kepercayaan cybersecurity. Gerakan ini diprakarsai Siemens bersama Munich Security Conference pada Februari 2018 serta diikuti sejumlah perusahaaan raksasa dunia. 

Mereka menyerukan aturan dan standar yang mengikat untuk membangun kepercayaan dalam keamanan dunia maya dan selanjutnya memajukan peradaban di era digital.

Korporasi raksasa yang sudah bergabung diantaranya AES Corporation, Atos, Cisco, Enel, IBM, Total dan TUV Sud. Saat deklarasi tahun lalu, mereka menyatakan ingin membangun konsensus keamanan di dunia siber.

"Cybersecurity adalah bidang penting bagi MHI berikut anak perusahaan dan grupnya. MHI adalah perusahaan Jepang tetapi juga perusahaan global dengan pelanggan dan mitra di seluruh dunia." 

"Partisipasi kami dalam Charter of Trust adalah bagian dari komitmen MHI terhadap pelanggan dan mitra global kami."

"Kami berharap kesempatan ini membantu mempromosikan 10 prinsip utama yang dianjurkan Charter of Trust. Bahwa Piagam Kepercayaan ini akan berkontribusi pada globalisasi yang lebih besar."

Menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS), ancaman terhadap cybersecurity pada 2018 menyebabkan kerugian 565 milyar USD di seluruh dunia. Jumlah itu diprediksi meningkat pada 2019.

#Ancaman   #Siber   #Charter   #of   #Trust   #MHI

Share:




BACA JUGA
Paket npm Berbahaya Targetkan Pengembang
Kepala BSSN: Negara Maju Sibernya Kuat
Awal Ramadan, Aktivitas Peretasan Menurun
Humas PLN Disjaya: PLN Relatif Aman dari Ancaman Siber
Kombinasi Password Terburuk '123456' Dipakai 23 Juta Orang