Foto: www.wsj.com
Foto: www.wsj.com
Tel Aviv, Cyberthreat.id - Verint, perusahaan keamanan siber (cybersecurity) asal Amerika Serikat yang berkantor di Israel, dikabarkan telah terkena serangan ransomware. Kabar itu tersiar setelah seorang karyawan Verint memotret pesan serangan di komputernya dan mulai menjadi viral di internet.
"Ada masalah kritis yang mempengaruhi layanan email dan Green Zone di lokasi Infrastruktur Desktop Virtual (Virtual Desktop Infrastructure/VDI)," begitu pesan yang terbaca dalam layar komputer karyawan tersebut seperti diberitakan ZDNet, Kamis (18/4/2019).
Verint pun langsung memberikan pengumuman kepada seluruh karyawannya untuk mematikan segera komputer jika mendapatkan pop-up ransomware. "Segera beritahu dan minta bantuan ke tim teknologi informasi," demikian pesan perusahaan.
Perusahaan menyatakan tim TI masih bekerja untuk mengatasi masalah tersebut. "Kami sedang berupaya menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin dan akan memberikan pembaruan (update) software yang sesuai," tulis perusahaan kepada karyawannya.
Sejumlah sumber yang dikontak ZDNet membenarkan tentang kejadian tersebut. Bahkan, konsultan keamanan siber asal AS, FireEye Mandian, pun telah diturunkan untuk mengatasi masalah tersebut.
Verint mengonfirmasi tentang kejadian tersebut kepada situs berita Israel, TheMarker, Calcalist, dan Globes. "Sistem pertahanan perusahaan langsung mengidentifikasi begitu terjadi serangan ransomware dan langsung melakukan tindakan untuk menggagalkanya," kata Juru Bicara Verint.
Sebagai perusahaan keamanan siber, Verint berdiri sejak 1999. Perusahaan ini melayani jasa konsultan analisis dan survei bisnis, keamanan siber, dan pengawasan.
Share: