
Ilustrasi : Faisal Hafis
Ilustrasi : Faisal Hafis
Jakarta, Cyberthreat.id - Ada sebuah kondisi dimana informasi liar, hoaks dan disinformasi beredar di ruang siber melalui berbagai saluran komunikasi seperti media sosial, media massa, blog hingga forum online.
Derasnya arus informasi dan pesan yang lalu lalang di ruang siber pasti akan membawa pengaruh besar ke dunia nyata.
Contohnya rangakaian hoaks yang baru-baru ini menyebabkan rusuh di Papua dan Papua Barat.
Pemerintah melalui Kementerian Kominfo sampai melakukan blokir akses internet agar informasi dan pesan yang bertujuan provokatif dan menyulut emosi bisa dihentikan.
Salah satu upaya yang dilakukan institusi atau lembaga untuk mencegah masifnya peredaran hoaks dan disinformasi adalah melakukan patroli siber.
Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol, Budi Setiawan, kepada Cyberthreat.id beberapa waktu lalu mengatakan Polri aktif melakukan patroli siber untuk mengamankan ruang siber dari hoaks, fitnah, ujaran kebencian yang bertujuan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Selayaknya patroli di dunia Maya, maka patroli di ruang siber juga dilakukan pasukan siber atau cyber army yang mencari, memantau, mengamati hingga memprediksi segala sesuatu yang tidak baik atau segala yang berpotensi jadi ancaman.
Berikut ini tujuh tugas yang harus dipahami oleh pasukan patroli siber. Cyberthreat mencoba menggali informasi dari akun Kompasiana atas nama Blogger Polri:
1. Mempunyai akun media sosial mulai Whatsapp, Facebook, twitter, instagram dan lain-lain.
2. Mampu berkomunikasi dengan berbagai macam Group.
3. Membuat Grup bayangan dan mencari member group sebanyak mungkin.
4. Mampu menganlisa kata kunci yang mengandung arti radikal.
5. Selalu cek Trending Topik Radikal pada mesin pencari atau mesin pencari media sosial.
6. Mampu menganalisa penyebaran link hoaks maupun radikal yang tersebar diberbagai macam Platform media online mulai dari Blog, Wiki, Forum, Sosial Media dan lain-lain.
7. Selalu mengawasi munculnya artikel artikel baru dengan menggunakan manfaat Google Trend atau Keyword Analysis.
Share: