IND | ENG
Presiden Trump Tegaskan Tak Mau Berbisnis dengan Huawei

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Oregonlive

Presiden Trump Tegaskan Tak Mau Berbisnis dengan Huawei
Andi Nugroho Diposting : Senin, 19 Agustus 2019 - 13:01 WIB

Morristown, Cyberthreat – Memang sulit memegang omongan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Akhir Juni 2019, ketika berada di Jepang dalam pertemuan KTT G20, lewat akun Twitter-nya, Donald Trump mengatakan, bahwa Huawei Technologies diperbolehkan untuk berbisnis di Amerika Serikat.

Pernyataan itu terjadi setelah pada 15 Mei lalu, ia mengeluarkan surat perintah kepada Departemen Perdagangan untuk melarang Huawei dan memasukkan dalam daftar hitam.

Kemudian, pada 7 Agustus lalu, Pemerintah AS juga menyatakan secara resmi melarang Huawei dan perusahaan China lainnya dari melakukan perjanjian bisnis dengan seluruh lembaga pemerintahan AS.


Berita Terkait:


Teranyar, menyangkut apakah Departemen Perdagangan AS akan memperpanjang larangan Huawei yang akan efektif per hari ini, Senin (19 Agustus), Presiden Trump menyatakan dengan tegas  bahwa pemerintah AS tidak akan berbisnis dengan Huawei sementara ini.


Berita Terkait: 


Pada 16 Agustus, sumber Reuters di Departemen Perdagangan AS mengatakan, ada kemungkinan Huawei akan diberikan kesempatan 90 hari lagi untuk bisa berbisnis dengan perusahaan di AS. Ini demi pelayanan kepada para pelanggannya. Namun, sumber itu juga menyatakan, bahwa kebijakan diperpanjang atau tidak itu bisa berubah menjelang penetapan.

Trump mengatakan kepada wartawan sebelum naik Air Force One di New Jersey, bahwa dirinya tidak ingin melakukan bisnis dengan Huawei karena alasan keamanan nasional.

"Pada saat ini sepertinya kita tidak akan melakukan bisnis," kata Trump, pada Minggu (18 Agustus) seperti dikutip dari Reuters, yang diakses Senin.

"Saya sama sekali tidak ingin melakukan bisnis karena ini adalah ancaman keamanan nasional dan saya benar-benar percaya bahwa media telah meliputnya sedikit berbeda dari itu," kata dia.


Berita Terkait:


Ia mengatakan ada bagian kecil dari bisnis Huawei yang dapat dikecualikan dari larangan yang lebih luas, tetapi itu akan "sangat rumit." Dia tidak mengatakan apakah pemerintahannya akan memperpanjang "lisensi umum sementara" tersebut.

Sebelumnya, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow mengatakan Departemen Perdagangan akan memperpanjang proses perizinan Huawei selama tiga bulan sebagai isyarat "niat baik" di tengah negosiasi perdagangan yang lebih luas dengan China.

Pemerintah AS memasukkan Huawei dalam daftar hitam karena perusahaan dianggap terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan keamanan nasional atau kepentingan kebijakan luar negeri AS.

Contohnya, Huawei telah melanggar sanksi AS terhadap Iran—menyangkut embargo ekonomi—, tapi Huawei mengaku tidak bersalah dalam kasus ini. Pada saat yang sama, Amerika Serikat mengatakan telepon pintar dan peralatan jaringan Huawei dapat digunakan oleh China untuk memata-matai orang Amerika. Ini tuduhan yang berulang kali dibantah Huawei.

Sejumlah mitra pemasok telah meminta lisensi khusus untuk dijual kepada Huawei. Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan akhir bulan lalu bahwa kementeriannya telah menerima lebih dari 50 perusahaan yang mendaftar.

Dari US$ 70 miliar yang dikeluarkan Huawei untuk membeli komponen pada tahun 2018, sekitar US$ 11 miliar tersebar ke ke perusahaan-perusahaan AS, di antaranya Qualcomm, Intel, dan Micron Technology.

#huawei   #amerikaserikat   #china   #perangdagang   #donaldtrump

Share:




BACA JUGA
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
Intelligent Sensing, Bagian Integral Pemerintahan Smart Cities
Huawei Pamerkan Produk Unggulan di MWC Barcelona
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China