
Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla | Akun Twitter Jokowi
Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla | Akun Twitter Jokowi
Jakarta, Cyberthreat.id - Survei terbaru tentang cybersecurity mengatakan sekitar 30 persen ancaman keamanan siber berasal dari internal perusahaan/instansi sementara 25 persen lainnya berasal dari kualitas SDM yang mengakibatkan terjadinya human error.
Survei Canon Office of the Future bersama McAfee yang dirilis 13 Agustus 2019 di Melville, New York, Amerika Serikat (AS) menyatakan malware dan ransomware adalah ancaman keamanan siber terbesar lainnya.
Lebih dari 30 persen menyatakan sangat takut terhadap serangan malware dan ransomware sehingga disebut sebagai ancaman prioritas pertama.
Ini didukung oleh kejadian Juli lalu saat seluruh walikota di AS mengeluarkan resolusi melawan hacker jahat, Malware dan Ransomware yang kerap menyerang infrastruktur digital dan aset digital milik pemerintah.
Hanya sekitar 25 persen responden yang mengatakan bahwa karyawan tidak memiliki kesadaran akan keamanan, juga tidak memahami peran mereka dalam pencegahan. Ini artinya kualitas SDM sangat penting terutama dalam literasi dan edukasi.
"Di era digital yang disertai peningkatan tren kerja jarak jauh, maka resiko terkena serangan naik signifikan terutama lewat ancaman Social Engineering," demikian pernyataan survei tersebut.
Responden kemudian diminta memberikan peringkat yakni keamanan data, keamanan jaringan dan otentikasi pengguna serta manajemen ID sebagai tiga teknologi paling relevan untuk membantu mengatasi ancaman ini.
Hasil survei juga mencatat kesenjangan tambahan yaitu kurangnya belanja keamanan siber. Belanja keamanan bukan sekedar bicara keamanan, mitigasi, pencegahan, deteksi dan sebagainya, tapi bagaimana mengalokasikan dana yang tepat dan sektor mana yang memerlukannya dengan kualitas SDM yang mumpuni.
"Namun, survei juga menemukan bahwa 25 persen responden mencari cara untuk meningkatkan investasi dalam keamanan cloud di masa depan."
Di Indonesia, Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan bahwa kualitas SDM adalah target pembangunan utama dalam lima tahun ke depan.
"Dunia bergerak cepat, diwarnai kejutan yang tak terbayangkan di masa lampau. Siapa enggan keluar dari zona nyaman, akan tergilas roda zaman. Hanya ada satu jawaban: SDM unggul dan mumpuni," kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan di DPR RI, Senayan, Jumat 16 Agustus 2019.
"Maka, ke sanalah arah pembangunan kita lima tahun selanjutnya," tegasnya.
Share: