IND | ENG
Gmail Gangguan di Asia Tenggara hingga Jepang

Gmail | Foto: The Independent

Gmail Gangguan di Asia Tenggara hingga Jepang
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 16 Agustus 2019 - 16:51 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Gmail, layanan email milik Google, tak bisa diakses di sejumlah negara. Masalah yang dialami para pengguna yaitu tidak bisa masuk (log-in), menerima pesan, dan membuka situs web Gmail.

Gangguan layanan tersebut, menurut analisis dari situs web Downdetector, yang diakses Jumat (16 Agustus 2019), terjadi pada pukul 14.00 hingga 15.00.

Di situs web Downdetector, terpantau lebih dari sebanyak 4.900 orang memberikan komentar terkait gangguan tersebut. Berikut ini komentar para pengguna dari pengguna di Asia Tenggara, termasuk dari Jakarta, Indonesia.

  • "Down ini Ho Chi Minh City, cannot read or send email #2014 problem," tulis Nguyen phan tran phong.
  • "Down in Malaysia, cannot sign ini #2014 problem," tulis Colin Gan.
  • "Intermittent issues in Quezon City, Phillipines," tulis Network Administrator
  • "Down in Bangkok, cannot sign in to server with outlook, problem #2014," tulis Heitzmann Uwe.
  • "Down in Jakarta," tulis Sourabh.



Jika melihat peta gangguan yang disajikan Downdetector, gangguan layanan Gmail terjadi di Asia Tenggara dan Asia Timur (Jepang dan Korea).

Ada juga pengguna dari Seattle (Washington), Portland (Oregon), dan Santa Barbara (California) di Amerika Serikat yang terkena gangguan. Dan, kemungkinan pengguna di India juga terkena dampak karena dalam peta ditandai warna kuning.

Namun, saat berita ini ditulis, Cyberthreat.id telah bisa mengakses layanan Gmail baik membuka situs web maupun mengirim pesan. Sebelumnya, Gmail juga permaj mengalami gangguan pada 12 Maret lalu.

#gmail   #email   #katasandi   #passwords   #gmaildown

Share:




BACA JUGA
Google Luncurkan RETVec - Pertahanan Baru Gmail Terhadap Spam dan Email Berbahaya
Hackers Manfaatkan Zero-Day di Perangkat Lunak Webmail Roundcube
Awas, Ini Cara Hacker Mengambil Alih Akun Bisnis Facebook Lewat Messenger
FILE APK TAGIHAN PAJAK
Bak Mati Satu Tumbuh Seribu: File APK Jahat Beredar Lagi. Kerja Polisi Belum Tuntas
Jelang Akhir Lapor SPT pada 31 Maret, Muncul Serangan Email Phishing Berkedok Ditjen Pajak