
Data pengguna medsos di Indonesia hingga Januari 2019 menurut Hootsuite
Data pengguna medsos di Indonesia hingga Januari 2019 menurut Hootsuite
Jakarta, Cyberthreat.id - Country manager Cloudera Indonesia, Fanly Tanto, mengatakan dalam dua tahun ke depan wilayah Asia Pasifik diperkirakan membelanjakan 22,2 miliar USD untuk solusi Big Data Analytics. Dua pemain besar yang mengalami highest growth adalah China dan Indonesia.
"Makanya perusahaan-perusahaan di Indonesia dari sekarang harus melakukan studi kasus untuk memaksimalkan nilai dari Big Data," kata Fanly Tanto di Jakarta, Kamis (15 Agustus 2019).
Menurut dia, pengetahuan di Indonesia tentang Big Data yang tidak terstruktur masih minim. Berbeda dengan big data yang terstruktur dan historikal yang kebanyakan dimiliki internal perusahaan.
Fanly mencontohkan Big Data tidak terstruktur yang terdapat di media sosial dari pengguna di Tanah Air. Indonesia, kata dia, tercatat sebagai pengguna terbesar medsos seperti Facebook, Instagram atau Twitter serta platform lainnya dibandingkan dengan negara lain di Asia Pasifik.
"Itu kalau dikumpulkan dan dianalisis data-data dari medsos kita, nilainya luar biasa dan itu bisnis besar," ujarnya.
Presiden direktur Metrodata Electronics, Susanto Djaja, mengatakan pihaknya juga bersiap menghadapi potensi luar biasa tersebut. Metrodata, kata dia, menyiapkan solusi analysis maturity level seperti Prescriptive Analytics, Descriptive Analytics, Predictivce Analytics dan Diagnostik Analytics.
"Kami lakukan strategi diversifikasi segmen bisnis dan produk," kata dia.
Susanto menegaskan mereka telah melakukan partnership strategic dengan banyak mitra. Solusi yang diterapkan Metrodata misalnya Claudera, Talend, Qlik, SAP Business Object hingga Microsoft Power BI untuk solusi Big Data and Analytics, baik yang on premise maupun berbasis cloud.
Raksasa Huawei turut melihat potensi besar Indonesia. Mitchell Du, perwakilan Huawei Indonesia, mengatakan sejak masuk ke Indonesia pada 2011, pertumbuhan bisnis Huawei mencapai 400 persen. Du mengatakan ingin membawa digitalisasi ke rumah setiap orang di Tanah Air.
"Ekosistem Huawei bertumbuh cepat di berbagai sektor industri Indonesia. Solusi kami diantaranya data center, storage, security network, hingga infrastruktur cloud berbasiskan AI," ujar Du.
Director Intel APJ Teritory, Arunava Chakrabarty, mengatakan Intel tidak akan berdiam diri. Menurut dia, Intel akan berperan serta dalam pembangunan di Indonesia dengan mendorong terbentuknya ekosistem untuk mengakselerasi transformasi digital di berbagai industri.
Sektor yang diincar diantaranya pabrik dan manufaktur, ritel, smart city dan layanan kesehatan. Indonesia, kata dia, dengan populasi mencapai 260 juta penduduk adalah pasar yang besar dan bisa berkembang dengan mengadopsi berbagai teknologi lain seperti IoT dan AI.
"Kami telah mengalami banyak upaya momentum percepatan digital di Indonesia," kata Arunava Chakrabarty.
Share: