IND | ENG
Huawei Mulai Penelitian Teknologi 6G di Kanada

Ilustrasi. | Foto: VCG/CNET

Huawei Mulai Penelitian Teknologi 6G di Kanada
Andi Nugroho Diposting : Kamis, 15 Agustus 2019 - 14:05 WIB

Cyberthreat.id – Teknologi jaringan 5G milik Huawei telah bikin geger jagat telekomunikasi sedunia. Belum juga dirasakan manfaatnya teknologi tersebut, Pemerintah Amerika Serikat dan sekutunya menghadang langkah ekspansi Huawei tersebut.

Terakhir, Huawei melirik pasar Amerika Latin dan mulai menjajal pengembangan teknologi 5G di Brasil. Namun, di tengah kabar itu, Huawei kini juga sedang menyiapkan teknologi lebih baru lagi, 6G.

Raksasa teknologi asal China itu sedang meneliti teknologi 6G di pusat penelitian dan pengembangan di Ottawa, Kanada, tulis The Logic yang dikutip oleh CNET, Kamis (15 Agustus 2019). “Jelas, ini langkah maju dari perusahaan,” tulis CNET.

Namun, belum ada kabar lebih lanjut tentang pengembangan teknologi 6G itu. Saat ini CNET sedang mengontak Huawei untuk menanyakan hal itu.

Menurut The Logic, yang dikutip dari iPhone in Canada, Huawei mengkonfirmasi penelitian 6G di pusatnya di Kanada. Huawei mengatakan pihaknya juga telah memulai diskusi dengan para peneliti dari universitas setempat soal teknologi 6G.

Song Zhang, wakil presiden strategi penelitian dan kemitraan Huawei di Kanada, mengatakan, teknologi 5G memang sangat baru, tapi 6G adalah bagian dari apa yang disebut evolusi 5G. Perusahaan mengatakan Ottawa R&D Lab akan membantu memimpin pengembangan Huawei untuk  6G.

Pemerintah Kanada masih belum memutuskan apakah akan mengizinkan peralatan jaringan Huawei beroperasi 5G di Kanada.  Keputusan 5G Huawei Kanada akan dibuat setelah pemilihan federal musim gugur ini. 

Seperti diketahui, CFO Huawei, Meng Wanzhou (putri pendiri uawei), sebelumnya ditangkap di Kanada atas permintaan AS dan kini ditahan di Vancouver, AS. 

Baru-baru ini, Huawei meluncurkan sistem operasi miliknya, Harmony OS atau dalam bahasa China dikenal dengan HongMeng. Salah satu produknya adalah smart screen Honor. Ke depan, Harmony juga akan diterapkan di ponsel pintar dan perangkat lainnya.

Perseteruan antara AS dan China ini melaju dalam putaran yang tak bisa ditebak. Di Twitter-nya, pada 30 Juni lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan, Huawei boleh kembali ke pasar AS.

"Atas permintaan perusahaan teknologi tinggi kami, dan Presiden Xi (Jinping), saya setuju untuk mengizinkan perusahaan China, Huawei, membeli produk dari mereka (perusahaan teknologi AS) yang tidak akan berdampak pada keamanan nasional kami," cuit Trump selepas pertemuan dirinya dengan Presiden China Xi Jinping di KTT G20 di Osaka, Jepang.

Ia juga sepakat untuk tidak menambah tarif impor baru terhadap barang-barang China yang sedianya diterapkan AS pada 1 Juli besok. "Sementara, kami terus bernegosiasi. China telah sepakat bahwa selama negosiasi, mereka akan mulai membeli sejumlah produk pertanian dari para petani besar kami," tulis dia.

Selepas dari pertemuan yang tampak baik-baik saja itu, AS kembali melakukan serangan lagi ke China dan Huawei.

Teranyar, pada 7 Agustus lalu, Pemerintah AS secara resmi melarang Huawei dan perusahaan China lainnya dari melakukan perjanjian bisnis denga seluruh lembaga pemerintahan AS.

Menurut CNET, aturan itu sesuai amanat sidang Kongres Parlemen pada tahun lalu, bagian dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA).

Aturan yang berlaku efektif per 13 Agustus lalu itu menyebutkan, bahwa larangan pembelian peralatan telekomunikasi dan video pengawasan (CCTV) dari lima perusahaan asal China. Kelima perusahaan itu, antara lain Huawei, ZTE, Hytera Communications Corporation, Digital Hangzhou Hikvision, dan Dahua.

Rencana, pelarangan lebih luas ke tingkat pemerintahan federal diperkirakan setahun lagi.

Pelarangan sesuai amanat NDAA itu berbeda dengan kebijakan Departemen Perdagangan AS yang menempatkan Huawei pada daftar hitam perdagangan, mengikuti perintah eksekutif dari Presiden Donald Trump pada Mei.

Huawei berkali-kali dituding bahwa produk telekomunikasinya rentan dipakai untuk memata-matai negara dan perusahaan lain. Namun, Huawei berulang kali membantahnya dan mengatakan ketakutan AS terhadap produknya itu tidak berdasar.

#huawei   #teknologi6g   #ottawaR&Dlab   #amerikaserikat   #china   #teknologi5g

Share:




BACA JUGA
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
Intelligent Sensing, Bagian Integral Pemerintahan Smart Cities
Huawei Pamerkan Produk Unggulan di MWC Barcelona
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China