IND | ENG
Produk UMKM Dominasi Transaksi Pasar Online

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Produk UMKM Dominasi Transaksi Pasar Online
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 11 Agustus 2019 - 10:26 WIB

Surabaya, Cyberthreat.id – Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih mendominasi pasar online.

"Di tempat kami produk UMKM cukup mendominasi sekitar 70 persen, sisanya adalah brand besar. Hal ini memang karena produk UMKM cukup diminati," kata Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9 Agustus 2019) seperti dikutip dari Antaranews.com.

Handhika mengatakan definisi penjual UMKM di segmen daring adalah penghasilan di bawah Rp 4,8 miliar per tahun dan saat ini sudah mulai tumbuh banyak masuk ke pasar daring.

"Kami di Shopee terus mendorong agar UMKM di Indonesia masuk ke pasar daring, karena peminat produk mereka cukup tinggi, seperti batik, fesyen, dan sepatu," katanya.

Dorongan yang dilakukan, kata dia, adalah dengan melakukan pengenalan dunia daring secara bertahap hingga dilakukan pelatihan sampai pemasaran produk.

Setelah menjalani beberapa tahapan, kata dia, akan ada progres bagaimana UMKM tersebut bisa naik kelas hingga masuk pasar ekspor.

Shopee, kata dia, telah menyiapkan kanal "Kreasi Nusantara" untuk mendorong pegiat UMKM tersebut masuk ke pasar ekspor.

Kanal itu, merupakan program ekspor pertama Shopee untuk memperluas jangkauan produk-produk UMKM Indonesia ke negara-negara di mana Shopee beroperasi seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Vietnam, hingga Filipina.

"Untuk saat ini pembeli kami masih didominasi wanita, namun dengan luasnya pasar diharapkan bisa untuk semua kalangan, sebab produk untuk pria juga tersedia, seperti otomotif dan produk lainnya," katanya.

   

#e-commerce   #pasardaring   #pasaronline   #shopee

Share:




BACA JUGA
Waspada Serangan BEC Berkedok Tutupnya SVB
Silicon Valley Bank Tutup, Pelapak Online di Amerika Serikat Kesulitan Terima Pembayaran
JD.ID Jamin Penarikan Dana di JDBalance Cair Tiga Hari, Berikut Caranya
JD.ID Menyerah di Indonesia. Layanan Ditutup Akhir Maret 2023
Tren Pay Later di Indonesia Tumbuh 10 Kali Lipat