
Foto: viral di media sosial Twitter
Foto: viral di media sosial Twitter
Jakarta, Cyberthreat.id – Ulama karismatik KH Maimun Zubair atau yang biasa dipanggil Mbah Moen meninggal dunia di usia 90 tahun pada Selasa (6 Agustus 2019) di Mekkah, Arab Saudi waktu setempat. Mbah Moen dikenal sebagai pemimpin Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.
Beliau juga aktif di dunia politik dengan menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Rembang selama tujuh tahun juga sempat menjadi anggota MPR utusan Jawa Tengah selama tiga periode.
Mbah Moen di Mekkah dalam rangka ibadah haji. Seperti dikutip dari Kompas.com, sebelum berangkat haji, Mbah Moen sempat mendatangi kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Sabtu 27 Juli 2019.
Kepada Megawati, Mbah Moen menjelaskan kedatangannya hendak bersilaturahim sebelum pergi menunaikan ibadah haji. Dia berangkat ke Mekah pada Minggu 28 Juli 2019.
Mbah Moen lahir di Rembang, pada 28 Oktober 1928, bertepatan dengan lahirnya Sumpah Pemuda. Di Twitter, Selasa hingga pukul 09.34 WIB, warganet yang mengucapkan duka telah mencapai 3.837 twit.
"Inna lillah wa innaa ilaihi raji'un. Kyai Maimoen Zubeir (Mbah Moen) wafat di tanah suci Makkah jam 8.17 WIB tadi. Beliau wafat di tempat yang dicintainya. Saya mendapat kabar langsung berita ini dari Pak Supri, salah seorang terdekat Mbah Moen. Jadi, insyaallah, ini bukan hoax," tulis Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi di akun Twitter-nya (@mohmahfudmd).
Mahfud juga bercerita tentang kenangan bersama Mbah Moen.
"Beberapa waktu terakhir ini say bertemu Mbah Moen tiga kali. Terakhir bertemu di Yogya pada acara pernikahan puteri Dubes RI di Saudi Agus Maftuh," tulis Mahfud.
Pertemuan terakhir itu sangat berkesan bagi Mahfud karena Mbah Moen sempat menahan dirinya "Mencengkeram lengan saya, sampai lama uuntuk berbicara setengah berbisik," tulis Mahfud.
"Saya ingin menyampaikan hal penting, mau ya?" kata Mbah Moen di acara di Yogya itu, seperti yang ditirukan Mahfud.
"Ya, Mbah," jawab Mahfud.
Kemudian, Mbah Moen berbicara serius setengah berbisik sampai agak lama. "Tangan saya dipegang kuat seperti dicengkeram. Saya jd rikuh karena waktu itu banyak yang antre mau sungkem ke beliau," cerita Mahfud.
Sewaktu berbicara serius itu, kata Mahfud, Mbah Moen didampingi oleh Nyai Maimoen & keluarga, termasuk tampak pula Pak Supri yang sering mendampingi Mbah Moen dan aktivis PPP Arwani Thomafi.
"Itu kenangan terakhir say dengan beliau. Selamat jalan menghadap Sang Khaliq, Mbah Moen," tulis Mahfud.
Beberapa waktu terakhir ini sy bertemu Mbah Moen 3 kali. Terakhir bertemu di Yogya pd acara pernikahan puteri Dubes RI di Saudi Agus Maftuh. Pertemuan terakhir itu sangat berkesan bg sy krn beliau menahan sy, mencengkeram lengan sy, sampai lama utk berbicara setengah berbisik. — Mahfud MD (@mohmahfudmd) August 6, 2019
Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun.
Sugeng tindak, Mbah Moen. Walaupun airmata saya tak juga berhenti, saya yakin Mbah berbahagia karena berpulang di tempat yang Mbah cintai.
Semoga Allah SWT menempatkan Mbah di tempat yang terbaik.. lahu alfatihah... pic.twitter.com/L5zHNDWGxo — Alissa Wahid (@AlissaWahid) August 6, 2019
Baca juga:
Beredar Video Mbah Maimun Ingin Meninggal Hari Selasa
Share: