
BitCar | Foto: Cyberthreat.id/Irvan AF
BitCar | Foto: Cyberthreat.id/Irvan AF
Jakarta, Cyberthreat.id – BitCar akan menjadi alternatif penyedia jasa transportasi online selain GrabCar dan Gocar, khususnya di Jakarta.
Saat dihubungi Cyberthreat.id, Jumat (2 Agustus 2019), Chief Operational Officer BitCar, Christiansen Wagey menjelaskan untuk tahap awal telah menyiapkan 1.000 pengemudi dan targetnya pekan ini aplikasi telah bisa dipakai oleh pengguna.
Untuk sementara, kata Christiansen, BitCar baru menyediakan layanan taksi. Rencana, awal 2020 barulah BitCar berekspansi untuk merekrut pengemudi roda dua alias ojek.
Berita Terkait:
Ada satu hal yang berbeda saat menginstal aplikasi BitCar, yaitu pengguna diminat memasukkan foto kartu tanda penduduk (KTP). Ini sangat berbeda dengan registrasi pada aplikasi Gojek atau Grab yang hanya dengan nomor ponsel dan email.
Di tengah isu penjualan data pribadi yang marak di internet, apa yang dilakukan BitCar menjadi sedikit ganjalan bagi pengguna. Maukah pengguna memberikan foto KTP-nya?
Menurut Christiansen, selama ini banyak kejadian kriminal tidak hanya dialami oleh pengemudi, tapi juga oleh penumpang. Dari sisi pengemudi, kata dia, BitCar menjaga reputasi pengemudi agar sesuai dengan data yang ada di aplikasi.
Sebab, kata dia, tak sedikit di lapangan pengemudi berbeda dengan namanya di aplikasi.
“Jadi ini semata-mata untuk safety, bila terjadi apa-apa (tindakan kriminal atau lainnya), mudah untuk melacaknya,” ujar Christiansen, mantan pengemudi Grab ini.
Christiansen tak menutup mata dengan fakta penyebaran data pribadi di internet, termasuk jual beli data. Ia menjamin BitCar akan mengikuti regulasi yang ada di Indonesia.
“Kami mengikuti aturan, kami tidak akan sebarkan (data pribadi pengguna) itu sebab sebuah privasi. Apa pun regulasi di Kementerian Kominfo dan Kementerian Perhubungan kami mengikutinya,” kata dia.
Christiansen juga mengatakan, untuk penyimpanan data akan dilakukan di dalam negeri dan dilakukan oleh pihak ketiga yang telah ditunjuk.
“Security data menjadi konsen kami, meskipun kami berlisensi dari Malyasia, data tetp menjadi konsen kami, saya menjalankan perusahaan ini tetap dengan panduan regulasi di Indonesia,” kata dia.
Share: