
BitCar | Foto: Cyberthreat.id/Irvan AF
BitCar | Foto: Cyberthreat.id/Irvan AF
Jakarta, Cyberthreat.id - BitCar, penyedia jasa transportasi online, bakal mengaspal dalam waktu dekat. Kemunculan BitCar setidaknya membuat pasar di bisnis transportasi online tidak mengarah ke oligopoli, karena selama ini hanya ada dua pemain: Grab dan Gojek.
Kemunculan Uber sebelumnya cukup memberikan warna dalam bisnis transportasi online di Tanah Air. Sayangnya, perusahaan asal San Fransisco, Amerika Serikat itu kalah bersaing dengan dua pendahulunya. Uber mundur teratur, “mengakui kalah” di pasar Asia Tenggara, termasuk di Indonesia dan akhirnya menjual sahamnya ke Grab sebesar 72,5 persen.
Masyarakat sebetulnya semakin diuntungkan dengan banyak pilihan penyedia jasa transportasi. Salah satu yang paling dirasakan adalah perang tarif promo. Secara teori, pertarungan perusahaan dalam produk sejenis, strategi apalagi jika tidak mengandalkan perang tarif, bukan?
Berita Terkait:
Dan, dipastikan BitCar bakal “membuang uang” demi meraih pelanggan. Promo-promo bakal digencarkan untuk menarik calon penumpang. Rugi? Jelas, BitCar harus merugi dulu untuk mengejar konsumen.
Dalam bisnis startup merugi di awal-awal adalah keniscayaan sebelum akhirnya mendapatkan suntikan dan memiliki nilai valuasi tinggi untuk mencapai unicorn atau decacorn.
Saat dihubungi Cyberthreat.id, Jumat (2 Agustus 2019), Chief Operational Officer BitCar, Christiansen Wagey menjelaskan strategi BitCar mendapatkan pasar.
Salah satu yang dilakukan adalah komisi bagi driver maupun penumpang. Untuk menarik penumpang, kata Christiansen, BitCar bakal memberikan komisi jika penumpang tersebut bisa menggaet penumpang lain untuk mengunduh aplikasi dan memakai layanan BitCar.
Berita Terkait:
Jadi, penumpang yang sudah pernah menggunakan taksi Bitcar akan mendapat kiriman tautan aplikasi Bitcar untuk direkomendasikan kepada kerabatnya. Jika si kerabat ikut mengunduh aplikasi dan memakainya dari tautan yang dikirimkan itu, si pengirim akan mendapatkan komisi sebesar satu persen dari tarif perjalanannya memakai BitCar.
Nantinya, komisi itu bakal dikirim ke rekening bank setiap bulannya, tergantung berapa banyak orang yang memakai aplikasi BitCar berdasarkan tautan referensi yang dikirimkan penumpang tersebut.
“Kalau bicara menyaingi (Gojek dan Grab) enggak juga, takut juga kami,” kata Christiansen, mantan driver Grab ini.
Ia mengatakan, kehadiran BitCar untuk mengakomosi para pengemudi yang selama kurang mendapatkan keadilan dari segi pendapatan.
“Kami hadir untuk memberikan solusi bagi driver,” kata dia. Sebab, permasalahan yang terjadi saat ini pengemudi butuh mendapatkan pendapatan yang stabil. Menurut dia, sudah banyak kejadian mobil pengemudi ditarik karena tidak bisa membayar cicilan mobil di penyedia leasing.
“Karena pendapatan tidak sesuai dengan pengeluarann, driver juga mulai banyak, makanya orderan pun menjadi sedikit,” kata dia.
BitCar akan memulai bisnis ini dengan 1.000 pengemudi dan fokus di layanan taksi online. Artinya, persaingan head-to-head dengan GrabCar dan Gocar, tentu juga dengan taksi konvensional.
“Selama pengguna BitCar belum bertambah banyak, kami tidak akan menambah driver,” ujar Christiansen.
Pekan ini, BitCar sedang memulai verifikasi pengemudi yang telah mendaftar. Kemungkinan besar, kata dia, setelah proses verifikasi selesai, operasional BitCar sudah bisa dilakukan dan aplikasi yang telah diunduh bisa dipakai.
Tak hanya konsumen yang mendapatkan komisi, pengemudi pun juga mendapatkan serupa. Sederhananya, pengemudi yang bisa mengajak orang lain menjadi pengemudi BitCar akan mendapatkan 1-3 persen dari omset bekerja.
“Misal, seorang driver B mendapatkan Rp 300 ribu, driver tersebut mendaftar karena referensi driver A. Maka, driver A mendapatkan satu persen dari omsetnya driver B. Dan, seterusnya begitu jika driver B mendapatkan driver baru,” ujar Chritiansen.
Lalu, bagaiman syarat bisa dapat satu persen dari omset?
“Minimal 30 trip sebulan. itu satu trip satu hari. Jadi, kedua driver harus dapat sama-sama 30 trip, barulah si driver dapat komisi. Itu berlaku selamanya, seumurnya dia bekerja di BitCar. Semakin bnyak driver yang dipromosikan, ini akan menjadi pasif income si driver,” ujar Christiansen.
Menurut dia, strategi tersebut untuk membangun penghasilan jangka panjang, bukan mengejar bonus harian seperti GrabCar dan Gocar. Dan, komisi tersebut akan didapatkan di akhir bulan yang bisa dipindahkan ke rekening pengemudi.
Share: