
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
New Delhi, Cyberthreat.id – Seringkali kita mendapatkan pesan "diteruskan" di sebuah WhatsApp Grup. Penasaran berapa kali pesan itu diteruskan?
WhatsApp kini mengenalkan fitur baru bernama “frequently forwarded” (Sering Diteruskan) untuk para pengguna baik yang memakai sistem Android maupun iOS. Fitur baru ini akan membantu pengguna mengidentifikasi sebuah berapa kali sebuah pesan diteruskan.
WhatsApp telah menguji fitur tersebut pada April lalu dan waktu dekat akan dirilis. WhatsApp akan memberikan notifikasi kepada pengguna yang meneruskan pesan dengan teks: “This message will be marked as forwarded many times.”
Pembaruan WhatsApp baru tersebut tidak hanya mencakup pada teks, tapi juga gambar, video, dan audio. Fitur ini sengaja dibuat untuk memerangi berita hoaks dan penyebaran informasi yang salah di jejaring sosial platform.
Sebelumnya, WhatsApp telah membatasi penerusan pesan hanya untuk lima pengguna. Untuk fitur terbari ini, WhatsApp tidak akan memberikan batasn berapa kali sebuah pesan diteruskan. Jumlah berapa kali pesan telah diteruskan bersifat end-to-end yang terenkripsi, kata perusahaan seperti dikutip dari Business Today, Jumat (2 Agustus 2019) yang diakses Minggu (4 Agustus).
Aturan Grup
Jejaring sosial milik Facebook ini juga telah membuat aturan baru soal Grup WhatsApp.
Dengan setelan baru, "Orang yang mengundang Anda ke grup akan diminta untuk mengirim undangan pribadi melalui chat pribadi. Dengan begitu, memberikan pilihan apakah Anda mau bergabung atau tidak dengan grup itu," tulis WhatsApp.
WhatsApp menjelaskan, bahwa perusahaan mengenalkan aturan yang mementingkan privasi. Dengan sistem undangan grup itu, untuk membantu Anda memutuskan siapa yang berhak ditambahkan dalam grup.
Pengguna yang mendapatkan undangan grup tersebut hanya diberi waktu selama tiga hari. Setelah lebih dari tiga hari, undangan tersebut tidak aktif lagi.
Cara mengaktifkan fitur baru ini, sebagai berikut: buka Pengaturan/setelan > Akun > Privasi > Grup dan pilihlah salah satu dari ketiga opsi yaitu "Tidak Ada", "Kontak Saya", atau "Semua Orang".
Opsi "Tidak Ada" berarti Anda harus menyetujui untuk bergabung dengan setiap grup saat mendapat undangan.
Opsi "Kontak Saya" berarti hanya pengguna yang terdapat dalam buku telepon saja yang dapat menambahkan Anda ke grup.
Dengan fitur-fitur baru ini, pengguna akan memiliki kontrol yang lebih besar atas pesan grup yang mereka terima.
"Pengaturan privasi baru ini akan tersedia bagi mereka yang menggunakan versi terbaru WhatsApp di seluruh dunia dalam beberapa pekan mendatang," tulis WhatsApp.
WhatsApp menjadi aplikasi jejaring sosial paling populer di Indonesia, bahkan dunia.
Pada Januari 2019, menurut perusahaan analisis App Annie, seperti dikutip dari Venturebeat.com, jumlah pengguna WhatsApp telah mengalahkan Facebook.
Bahkan, CEO Facebook Mark Zuckerberg pada awal Januari 2018 juga pernah mengklaim jumlah pengguna aktif bulanan WhatsApp mencapai 1,5 miliar.
India menjadi negara dengan pengguna terbanyak di dunia. Posisi berikutnya ditempati Brasil, Meksiko, Turky, dan Rusia.
Bagaimana dengan Indonesia? Situs web Statista.com pernah membuat analisis berjudul Penetrasi Jejaring Sosial Terkemuka di Indonesia Kuartal III/2018".
Hasil dari analisis itu menyebutkan, YouTube adalah aplikasi paling banyak diakses pengguna internet di Indonesia. Jumlahnya 88 persen dari populasi pengguna internet. Sementara, WhatsApp berada di posisi kedua dengan angka 83 persen.
Share: