
Ki-Ka : David M.L Tobing, Rika Rosvianti, Imaran Gunawan T, dalam acara Press Conference KKI di Jakarta, Selasa, (29 Juli 2019) | Foto : Dok.KKI
Ki-Ka : David M.L Tobing, Rika Rosvianti, Imaran Gunawan T, dalam acara Press Conference KKI di Jakarta, Selasa, (29 Juli 2019) | Foto : Dok.KKI
Jakarta,Cyberthreat.id - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) melakukan survei yang bertajuk Preferensi Konsumen terhadap Layanan Moda Transportasi Darat Urban di Indonesia.
Survei yang dilakukan selama periode Februari- April 2019 dengan melibatkan 625 responden yang berada di
15 Kabupaten/Kota di 6 Provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Bali, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Jawa Tengah, tersebut juga menyebutkan, baik jenis transportasi ojek online maupun taksi online, perempuan merupakan konsumen terbanyak berdasar jenis kelamin.
“Melalui survei ini, kami ingin mendalami pengalaman konsumen dalam memanfaatkan transportasi urban, sehingga bisa menjadi evaluasi dan rekomendasi bagi para pembuat kebijakan dan para pelaku bisnis di sektor transportasi,” kata David M.L. Tobing, Ketua KKI melalui siaran pers, Selasa, (30 Juli 2019).
Tak hanya itu, berdasarkan risiko keamanan, konsumen perempuan lebih rentan mengalami berbagai tindak kekerasan, pelecehan, kehilangan maupun kecelakaan.
“Eksposur tertinggi terhadap risiko keamanan yang dialami konsumen perempuan adalah terhadap risiko kecelakaan, di mana pengguna layanan Grab-Bike mengaku lebih banyak mengalami risiko kecelakaan, yaitu mencapai 6,1% daripada eksposur risiko serupa yang dialami pengguna layanan Go-Ride, yakni 4,8%,” ujar David.
Demikian pula pada layanan taksi online, konsumen perempuan pengguna layanan Grab-Car mengalami tingkat kecelakaan lebih tinggi, yaitu 2,6% daripada pengguna layanan Go-Car, yang mencapai 1,4%.
Terlebih, pada layanan taksi online, tingkat risiko pelecehan yang dialami responden pengguna layanan Grab-Car juga tercatat lebih tinggi, yaitu 2,2% dibandingkan pengguna layanan Go-Car, yang mencapai 1,4%.
Keamanan dan Keselamatan Harus Jadi Prioritas
David, yang sempat dinobatkan sebagai Tokoh Perlindungan Konsumen Nasional oleh Menteri Perdagangan Indonesia, juga menghimbau, promo jor-joran yang dilakukan aplikator untuk merebut pasar bisa berbahaya.
“Sekarang, konsumen makin pintar, mereka tidak mau asal murah tapi keselamatan dan keamanannya
dipertanyakan. Himbauan saya kepada aplikator online adalah untuk terus mengutamakan keamanan dan keselamatan penumpang. Jangan sampai keinginan untuk merebut pasar jadi mengorbankan hak konsumen untuk merasa aman dan nyaman,” jelas David.
Sosialisasi kepada para mitra pengemudi terkait keamanan dan keselamatan, lanjt David, harus terus dilakukan agar mitra mengutamakan keamanan, keselamatan, serta kenyamanan penumpang di atas segalanya dibandingkan hanya mengejar target pendapatan semata.
“Kami menghimbau agar setiap operator transportasi online juga memiliki program yang menyeluruh dan sistematik serta menerapkan solusi teknologi yang dapat memadai untuk menjamin keamanan dan keselamatan konsumen,” ungkap David.
KKI juga menilai perlunya setiap aplikator mengikutsertakan mitra pengemudi dalam pelatihan sistematik dan memastikan setiap mitra telah menerapkan Standar Operation Procedure (SOP) penyediaan layanan yang benar secara menyeluruh di semua bentuk layanan yang diberikan.
“Dengan meningkatkan awareness mengenai keamanan penumpang di antara mitra pengemudi ojol, dengan sendirinya mempertahankan loyalitas pelanggan untuk lebih sering menggunakan produk dan layanan yang diberikan operator ojol tersebut,” pungkas David.
Share: