
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Jakarta, Cyberthreat.id - Sebuah video yang mengabadikan seorang lelaki makan kucing hidup-hidup menjadi viral di media sosial dua hari belakangan. Video itu muncul pertama sejak Minggu (28 Juli 2019).
Dalam video yang telah tersebar di YouTube itu, lelaki tersebut menggigt kucing sambil berjalan. Darah kucing memenuhi mulutnya dan mengotori bajunya. Peristiwa itu disebut-sebut terjadi di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Sejauh ini polisi masih melacak keberadaan orang itu. (Maaf, dalam berita ini kami tidak lampirkan tautan video tersebut karena isinya yang tidak etis dan tidak layak untuk ditonton.)
Founding Director Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Femke Den Haas, mengecam sikap warganet (netizen) yang ikut serta memviralkan tayangan tersebut.
"Kalau orang melihat hal seperti ini harusnya langsung ditindak. Yang saya tidak mengerti dari video ini, ada yang merekam dan melihat ini terjadi, tapi tidak ada aksinya," kata Femke seperti dikutip dari Antaranews.com, Senin (29 Juli).
Menurut dia, masyarakat Indonesia saat ini harus proaktif menindaklanjuti situasi yang tidak lazim di sekitarnya. Femke menyayangkan sikap masyarakat Indonesia yang cenderung menyelesaikan masalah melalui media sosial.
"Kita sudah di zaman kalau ada yang tidak etis atau tidak sesuai, musti langsung bertindak. Kita jangan gunakan medsos untuk menghentikan apa yang terjadi di depan mata yang salah," kata dia.
Ia juga mengkritik respons kepolisian yang relatif lambat dalam mengungkap identitas pelaku pemakan kucing hidup itu. "Saya tidak mengerti kenapa bapak ini sampai sekarang belum diketahui posisinya dan siapa dia. Itu tidak masuk akal," ujarnya.
Femke menduga ulah dari pelaku adalah untuk mencari perhatian. Selain itu, video berdurasi 1 menit lebih jangan sampai menjadi hiburan di tengah masyarakat.
"Kan banyak orang di sana, kenapa tidak langsung ditangkap. Apakah ini untuk dapat perhatian atau dia alami gangguan jiwa," katanya.
Organisasinya mendesak kepolisian segera menangkap pelaku beserta oknum yang merekam kejadian. "Saya pikir ini bukan hal sepele, orang ini berbahaya untuk keamanan publik. Polisi harus taruh atensi atas peristiwa ini, termasuk pengunggahnya," katanya. JAAN kini intensif berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk membantu proses pencarian pelaku.
Share: