
Foto: www.fedex.com
Foto: www.fedex.com
Shanghai/Hong Kong, Cyberthreat.id – FedEx Corp sedang diselidiki Otoritas China lantaran perusahaan ekspedisi itu secara ilegal menahan lebih dari 100 paket milik Huawei Technologies.
Penyelidikan terhadap perusahaan pengiriman asal Amerika Serikat itu, seperti diberitakan Reuters yang mengutip kantor berita Xinhua, Jumat (26 Juli 2019), dilakukan sejak bulan lalu.
“Investigasi ini menunjukkan bahwa FedEx diduga menahan lebih dari 100 paket Huawei yang akan memasuki China,” tulis Xinhua.
“Penyelidik juga menemukan petunjuk pada pelanggaran lain yang dilakukan FedEx.”
Kejadian tersebut menandai dampak teranyar dari perang dagang AS-China yang melibatkan Huawei. Pemerintah AS pada pertengahan Mei lalu memasukkan Huawei dalam daftar hitam perusahaan. Perusahaan-perusahaan AS dilarang melakukan bisnis apa pun dengan Huawei.
Namun, perseteruan itu telah melunak setelah pertemuan KTT G20 di Tokyo, Jepang, akhir Juni lalu. Presiden AS Donald Trump telah memberi lampu hijau bahwa Huawei boleh berbisnis lagi di AS. Sementara, China juga berencana mengimpor kedelai dari AS. Pertemuan tatap muka pertama untuk membahas kelanjutan dari pembicaraan saat KTT tersebut akan dilakukan pekan depan.
Huawei enggan untuk mengomentari hal tersebut. Kabar FedEx mengalihkan paket Huawei itu datang setelah perusahaan Flex Ltd. yang terdaftar di AS menyita barang-barangnya di China.
FedEx telah meminta maaf atas beberapa insiden pengalihan paket Huawei. Perusahaan mengklaim bahwa telah terjadi "kesalahan operasional".
Sementara itu, dalam masalah lain, Huawei mengatakan kepada Reuters pada Kamis (25 Juli), bahwa Flex Ltd., produsen dan perakitan elektronik, telah menahan barang milik Huwei senilai US$ 101,81 juta di pabriknya di China.
Flex menyimpan aset Huawei di pabriknya di kota Zhuhai selatan, menurut laporan surat kabar yang didukung pemerintah China, Global Times.
Huawei mengatakan telah mengambil setengah dari nilai barang itu bulan lalu setelah negosiasi dan masih berusaha untuk mengambil kembali sisanya.
Share: