IND | ENG
Soal Security, Cashlez Punya PCI dan Sertifikasi BI

CEO Cashlez Teddy Tee | Foto: Faisal Hafis

Soal Security, Cashlez Punya PCI dan Sertifikasi BI
Arif Rahman Diposting : Kamis, 25 Juli 2019 - 10:31 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - CEO Cashlez, Teddy Tee, mengatakan security sebagai aspek terpenting bisnis agar pengguna/pelanggan nyaman dalam bertransaksi. Ada dua jenis pengamanan Cahslez yakni Payment Card Industry (PCI) serta sertifikasi dari Bank Indonesia.

"Jadi, dari sisi legality dan security kami sudah ter-kurasi dengan baik," kata Teddy kepada Cyberthreat.id di Jakarta, Senin (22 Juli 2019).

PCI Data Security Standard (DSS) merupakan standar keamanan informasi untuk organisasi yang menangani kartu kredit bermerek. Cashlez, kata Teddy, memiliki sertifikasi Level I yang merupakan kasta tertinggi dalam penilaian security tersebut. 

Level I juga membolehkan Cashlez melakukan transaksi sebanyak mungkin. Apalagi sejak tahun 2018 Cashlez telah memiliki layanan mesin kasir (Point of Sale/POS) yang bisa memproses dan mencatat transaksi jauh lebih mudah.

Kemudian sertifikasi Bank Indonesia yang berfungsi memberikan izin beroperasi. Dalam proses keamanan ini Cashlez juga melakukan analisis big data yang besar termasuk data dari bank, pelanggan dan transaksi.

"Memang untuk menuju kesana, security itu, banyak hal yang harus dilakukan dan dipersiapkan karena kami harus memastikan semuanya berjalan dengan baik."

Untuk bisa bertahan di bisnis financial technology (fintech) Teddy mengatakan ia harus harus cepat melihat situasi terutama dalam memperhatikan kondisi perubahan teknologi yang begitu cepat. 

Cahslez, kata dia, juga harus pintar diferensiasi bisnis guna mendapatkan perhatian dari pasar di Tanah Air.

"Kami sudah ada keamanan berlapis, sehingga aman dari cyber crime, merchant pun demikian," ujarnya.

#cahslez   #paymentgateway   #e-commerce   #fintech

Share:




BACA JUGA
SERANGAN SIBER
Peretas Mencuri Rp305 Miliar dengan Mengeksploitasi Cacat dalam Sistem Pembayaran Revolut
Waspada Serangan BEC Berkedok Tutupnya SVB
Silicon Valley Bank Tutup, Pelapak Online di Amerika Serikat Kesulitan Terima Pembayaran
BTN MOBILE BANKING
'No Antre, No Ribet': Evolusi Transaksi di Era Siber
Fintech Australia Buka Pembiayaan Motor Listrik di Indonesia