
Logo baru Nokia. Foto: Nokia
Logo baru Nokia. Foto: Nokia
Cyberthreat.id – Nokia, perusahaan telekomunikasi asal Finlandia, mendesain ulang logo perusahaan untuk pertama kalinya setelah 60 tahun.
Logo baru terdiri dari lima bentuk berbeda yang menyusun kata "NOKIA". Warna biru ikonik dari logo lama dihilangkan dan berganti dengan warna yang disesuaikan dengan penggunaannya.
CEO Nokia Pekka Lundmark mengatakan, perubahan logo tersebut karena selama ini Nokia masih diasosiasikan sebagai merek ponsel. Padahal, saat ini "Kami adalah perusahaan teknologi bisnis," kata CEO Nokia Pekka Lundmark dalam wawancara dengan Reuters.
"Kami ingin meluncurkan merek baru yang fokus pada jaringan dan digitalisasi industri, yang sama sekali berbeda dari ponsel lama," kata dia kepada Bloomberg.
Pengumuman identitas baru itu disampaikan Pekka pada Minggu (26 Februari 2023).
Nokia berkembang pesat sejak didirikan sebagai sebuah pabrik kertas yang beroperasi pada 1865. Logo aslinya menampilkan kepala iklan salmon, merujuk pada sungai Nokianvirta, yaitu tempat pabrik didirikan dan sekaligus menjadi inspirasi nama perusahaan, tulis The Verge.
Nokia pernah menguasai jagat seluler antara 1998 hingga 2010, tapi gagal bertarung dengan Apple dan Google di era smartphone. Perusahaan lalu menjual bisnis ponselnya ke Microsoft pada 2014, tapi justru itulah bencana.
Pada 2016, Microsoft kehilangan sedikitnya US$8 miliar atas akuisisi tersebut dan akhirnya menghentikan bisnis ponsel cerdasnya yang berbasis OS Windows. Tahun itu, merek ponsel Nokia dijual ke HMD Global.
Nokia sendiri sekarang menghasilkan uang terutama melalui penjualan peralatan jaringan dan lisensi paten. Perusahaan memiliki kesempatan besar di bisnis teknologi 5G di tengah larangan Huawei, sebagai pesaing utama, di Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Pekka mengatakan, saat ini Nokia fokus pada strategi: reset, akselerasi, dan skala. Saat ini tahap reset, mencakup perubahan logo ini, telah selesai dan akan masuk ke tahap kedua.
Nokia masih mengembangkan bisnis penyedia layanan, seperti peralatan telekomunikasi di level perusahaan-perusahaan dan ke depan akan menjangkau sektor lain.
Pekka mengatakan pertumbuhan 21 persen pada tahun lalu dianggap cukup baik bagi perusahaan, makanya mereka akan menggenjot lagi untuk menambah pendapatan.
"India adalah pasar kami dengan pertumbuhan tercepat," katanya seraya berharap pasar di Amerika Utara kian lebih kuat pada paruh kedua tahun in, tulis Reuters.[]
Share: