IND | ENG
Meta Hapus Akun Pro Militer AS di Timur Tengah dan Asia Tengah

illustrasi

Meta Hapus Akun Pro Militer AS di Timur Tengah dan Asia Tengah
Niken Razaq Diposting : Kamis, 24 November 2022 - 18:38 WIB

Cyberthreat.id – Meta mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menghapus sejumlah akun dan halaman di Instagram dan Facebook, yang dilaporkan dioperasikan oleh orang-orang yang terkait dengan militer AS.

Dikutip dari Info Security Magazine, meta mengatakan, puluhan akun palsu tersebut telah beroperasi dengan kedok menggambarkan AS secara menguntungkan di berbagai negara di Timur Tengah dan Asia Tengah.

“Kami menghapus 39 akun Facebook, 16 Halaman, dua Grup, dan 26 akun di Instagram karena melanggar kebijakan kami terhadap perilaku tidak autentik yang terkoordinasi,” tulis Meta dalam laporan resminya.

Meta mengatakan, jaringan akun palsu ini berasal dari Amerika Serikat dan berfokus pada sejumlah negara. Seperti Afghanistan, Aljazair, Iran, Irak, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Rusia, Somalia, Suriah, Tajikistan, Uzbekistan, dan Yaman.

Operator dibalik akun-akun ini mengoperasikannya dengan mengandalkan banyak layanan internet, antara lain Telegram, Twitter, YouTube, Odnoklassniki, dan VKontakte.

“Itu termasuk beberapa kelompok akun palsu di platform kami, beberapa di antaranya terdeteksi dan dinonaktifkan oleh sistem otomatis kami sebelum penyelidikan kami. Sebagian besar postingan operasi ini memiliki sedikit atau tidak ada keterlibatan dari komunitas asli,” kata Meta.

Meta juga berbagi informasi tentang jaringan ini dengan para peneliti di Graphika dan Stanford Internet Observatory, yang menerbitkan temuan mereka tentang aktivitas jaringan ini pada bulan Agustus.

“Meskipun orang-orang di balik operasi ini berusaha menyembunyikan identitas dan koordinasi mereka, penyelidikan kami menemukan kaitan dengan individu yang terkait dengan militer AS,” kata Meta.

Bahkan,  laporan terbaru raksasa media sosial itu juga mencakup informasi tentang dua operasi berbahaya terpisah yang dibongkar Meta selama kuartal terakhir, masing-masing berlokasi di China dan Rusia.

“Kami tahu bahwa operasi pengaruh akan terus berkembang sebagai respons terhadap penegakan hukum kami, dan perilaku penipuan baru akan muncul,” tutup Meta. “Kami akan terus menyempurnakan penegakan kami dan membagikan temuan kami kepada publik.”

Laporan tersebut muncul beberapa minggu setelah perusahaan media sosial mengidentifikasi lebih dari 400 aplikasi Android dan iOS berbahaya yang menargetkan orang untuk mencuri informasi login Facebook mereka.

#Meta   #Facebook   #Instagram   #AkunPalsu   #ProAS

Share:




BACA JUGA
Detail Meta Interoperabilitas WhatsApp dan Messenger untuk Mematuhi Peraturan DMA UE
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
83 Media Berita Spanyol Gugat Meta