IND | ENG
ITB Ingin Jadi Kiblat UKM dan Startup Digital Tanah Air

Foto: SBM ITB

Gandeng Startup Digital Logistik Triplogic
ITB Ingin Jadi Kiblat UKM dan Startup Digital Tanah Air
Zulfikar Akbar Diposting : Rabu, 17 Juli 2019 - 18:50 WIB

Bandung, Cyberthreat.id - Startup digital logistik Triplogic semakin punya pengaruh. Teranyar, Rabu (17 Juli 2019), perusahaan yang dipimpin oleh Oki Earlivan tersebut mendapatkan kepercayaan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk salah satu program bertajuk Pengembangan Bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Startup Digital.

Pihak ITB sendiri menggandeng perusahaan tersebut agar dapat menjadikan Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB sebagai kiblat bagi UKM dan startup digital Tanah Air. 

Triplogic sebagai salah satu startup logistik on-demand sejauh ini telah bekerja sama dengan ribuan UKM, warung dan perusahaan e-commerce untuk membangun ekosistem rantai pasokan yang kuat sehingga proses pengiriman barang menjadi lebih mudah dan efisien.

Menurut Oki, CEO Triplogic, kerja sama pihaknya dengan ITB merupakan sebuah kesempatan penting. Pasalnya, menurutnya, selama ini terasa sebagai tantangan sangat besar bagi UKM dan startup digital adalah menemukan jaringan untuk dapat berkolaborasi.

Tantangan lainnya, menurut Oki, juga terkait dengan sumber daya manusia (SDM). Maka itu, kerja sama Triplogic dengan ITB kali ini menangani seputar pelatihan sampai dengan pembinaan. 

Tak berhenti di situ, kedua pihak pun bekerja sama untuk akses permodalan, inkubasi bisnis, sampai dengan kolaborasi antar-UKM.   

Menurut Oki, persaingan teknologi akan semakin berat, sehingga kolaborasi menjadi hal yang sangat penting. "Era industri 4.0 bukan hanya persaingan teknologi," katanya. "Kualitas SDM menjadi faktor kunci dalam kompetisi digital."

Maka itu, dalam menjamin kesinambungan, menurutnya kolaborasi itulah yang sangat dibutuhkan. "Kesempatan berkolaborasi antarwirausaha menjadi faktor yang dapat membuat sebuah usaha tetap berkesinambungan," Oki menegaskan.

Dalam kerja sama itu, kedua pihak membuka diri untuk para UKM, startup digital hingga sivitas akademika ITB untuk mengembangkan usaha. 

Jadi, menurutnya, Triplogic sendiri akan fokus pada seleksi UKM dan startup digital sampai dengan bisnis matching dan akses permodalan. Tujuannya tentu saja agar bisa meningkatkan kapabilitas usaha. 

Selain itu, kata Oki lebih jauh, kerja sama dengan SBM ITB itu juga memang selaras dengan visi pihaknya sendiri yang ingin memberikan dampak sosial kepada UKM dan startup digital.

"Kami akan menjadikan UKM dan startup terpilih sebagai bagian dari Triplogic-ecosystem," kata CEO Triplogic tersebut. "Sehingga, semua akan tumbuh bersama dan saling menguntungkan."

Triplogic sendiri sejauh ini dikenal memiliki reputasi yang baik. Hal itu juga diakui oleh Wakil Dekan Sumber Daya SBM ITB, Aurik. Ia menilai Triplogic adalah perusahaan teknologi yang mampu memberikan dampak sosial, di samping berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Triplogic memiliki visi yang sejalan dengan ITB, yaitu memajukan anak bangsa, dan menjadikan ITB sebagai kampus yang mengembangkan inovasi digital dan kewirausahaan," kata Aurik.

Ia juga menjelaskan bahwa SBM ITB sendiri akan memberikan fasilitas sampai dengan sarana-prasarana dan pelatihan kewirausahaan kepada para UKM dan startup digital terpilih. 

Tak hanya itu, menurut Aurik, para mahasiswa pun bisa mendapatkan impact positif dari kerja sama ini. "Dengan kemitraan strategis dengan Triplogic, maka dapat membuka peluang bagi para mahasiswa ITB untuk bertukar pikiran dan pengalaman untuk mempersiapkan mereka sebelum ke jenjang berikutnya," ia menegaskan.

Pihak ITB sendiri, kata dia, memiliki harapan, dengan keberadaan pusat pengembangan SBM ITB-Triplogic, akan dapat menumbuhkan pengusaha baru yang mampu bersaing dalam industri digital. Lebih jauh, agar kelak juga dapat mencetak wirausahawan kelas dunia.

Sejauh ini, SBM ITB sendiri telah melakukan berbagai kegiatan kemahasiswaan untuk menumbuhkan semangat wirausaha, salah satunya dengan Idealogy Bootcamp 2019.

Direktur Kemahasiswaan SBM ITB, Sonny Rustiadi PhD, juga menjelaskan bahwa workshop ini merupakan kali kedua yang diadakan oleh SBM ITB.

Sonny yang juga merupakan Ketua Panitia Idealogy Bootcamp 2019 menyebut bahwa acara ini diyakini pihaknya dapat menumbuhkan semangat kolaborasi mahasiswa antar-fakultas. 

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini telah ada sekitar 150 orang partisipan yang terdaftar. Mereka berasal dari mahasiswa berbagai fakultas dan sekolah di ITB, yang akan berinteraksi dalam kegiatan belajar aktif. 

Dalam workshop itu sendiri, pihak ITB juga mengundang pembicara dari kalangan yang berpengalaman di dunia usaha digital. Sebut saja CEO Triplogic, CEO dari Warung Pintar, CEO dari E-Fishery.

"Sejumlah alumni dari SBM ITB akan memberikan wawasan kepada mahasiswa bagaimana teknologi dapat berperan penting dalam membangun keunggulan kompetitif sebuah bisnis yang unggul dalam industri," Sonny menjelaskan.
 
 

#StartupDigital   #Triplogic   #InstitutTeknologiBandung

Share:




BACA JUGA
Catatan Wamen Nezar Patria dari Arena Kencan Pelaku Startup dengan Calon Investor di Bali
Wamenkominfo Nezar Patria Dukung Ekspansi Startup, Perkuat Kerja Sama Indonesia - Australia
Telkomsel Dukung Pemerintah Wujudkan 1000 Startup Digital
Tembus 4 Ribu Peminat dalam Tiga Hari
Kegiatan 1000 Startup Digital Kian Jadi Magnet