IND | ENG
Peneliti : Sering Nonton TV dan Bermain Medsos  Picu Depresi

Ilustrasi Bermain Media Sosial | Foto : Istimewah

Peneliti : Sering Nonton TV dan Bermain Medsos Picu Depresi
Eman Sulaeman Diposting : Selasa, 16 Juli 2019 - 20:15 WIB

Montreal,Cyberthreat.id - Para peneliti yang bertugas di  Rumah Sakit Sainte-Justine Montreal, Kanada, melakukan penelitian terhadap  4.000 remaja di Kanada yang berusia 12 -16 tahun.

Penelitian yang dilakukan selama 4 tahun  tersebut, menyimpulkan, para remaja yang sering menghabiskan waktu untuk menonoton TV dan bermasin media sosial dapat menimbulkan depresi.

“Penelitian kami mengungkapkan bahwa peningkatan waktu yang dihabiskan menggunakan beberapa bentuk media digital dalam satu tahun tertentu, memprediksi gejala depresi dalam tahun yang sama,” kata Patricia Conrod, Pemimpin tim peneliti RS Sainte-Justine dalam pers rilis yang diterbitkan Senin, (15 Juli 2016).

Dilansir dari Cnet, Selasa, (16 Juli 2016), Tim Conrod mengatakan, pihaknya melakukan survei sekitar 4.000 remaja Kanada yang berusia 12 hingga 16 tahun, selama empat tahun.

Setiap tahunnya,  para remaja yang berusia setara sekolah menengah atas tersebut, melaporkan sendiri waktu yang dihabiskan dengan layar digital. Mereka menentukan jumlah waktu yang dihabiskan untuk berpartisipasi dalam empat jenis kegiatan layar, yaitu media sosial, televisi, permainan video game, dan penggunaan komputer.

Studi ini menemukan bahwa jika remaja melaporkan peningkatan penggunaan media sosial dan menonton televisi, maka gejala depresi mereka juga meningkat. Namun, peningkatan permainan video game tidak ditemukan sebagai prediktor untuk depresi.

“Tetapi peningkatan waktu yang dihabiskan untuk bermain video game tidak ditemukan sebagai prediktor untuk depresi,” ujar Conrod.

Conrod melanjutkan,  pada penelitian selanjutntya, pihaknya akan melakukan penelitian untuk mengetahui, apakah paparan ke media sosial benar-benar menyebabkan peningkatan tingkat depresi pada orang muda?

Namun, dia juga mengungkapkan, bahwa penelitian pada tahap selanjutnya ini, akan  membantu merancang strategi intervensi untuk kaum muda yang berisiko.

"Identifikasi awal kerentanan terhadap depresi memberi dokter dan orang tua jendela besar waktu untuk melakukan intervensi," kata Conrod.

“Mengatur penggunaan media sosial dan televisi remaja mungkin menjadi salah satu cara untuk membantu orang muda mengelola suasana hati yang tertekan atau kerentanan terhadap gejala depresi,” tambah Conrod.

 

 

 

 

 

 

#mediasosial   #televisi   #videogame   #depresi   #remaja

Share:




BACA JUGA
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Mengenal Tiga Jenis Doppelganger Pemangsa Reputasi Perusahaan
Melanggar Data Anak-anak, TikTok Didenda Rp5,6 Triliun
Menkominfo Dorong Industri Penyiaran Adopsi Teknologi Digital