IND | ENG
China Minta Penyedia Layanan Livestreaming Perketat Pengawasan Bagi Pengguna Anak

illustrasi

China Minta Penyedia Layanan Livestreaming Perketat Pengawasan Bagi Pengguna Anak
Oktarina Paramitha S Diposting : Sabtu, 07 Mei 2022 - 17:54 WIB

Cyberthreat.id – China meminta platform yang menyediakan layanan siaran langsung (livestreaming) untuk memperketat pengawasan bagi pengguna dibawah 18 tahun.

Dikutip dari Reuters, pemerintah China memerintahkan para penyedia platform untuk meningkatkan regulasi mereka tentang bagaimana anak yang berusia di bawah 18 tahun menggunakan layanan livestreaming. Terlebih saat ini layanan livestreaming sedang booming di negara tersebut.

Lembaga pengawas nasional Radio dan Televisi di negara tersebut meminta agar penyedia platform meningkatkan kontrol agar para pengguna di bawah umur tidak memberi tip kepada para streamer. Selain itu, untuk anak-anak yang berada dibawah umur tidak diperbolehkan untuk menjadi streamer tanpa persetujuan wali mereka.

Para penyedia platform juga diminta untuk mengatur jam siaran livestreaming dan harus menghentikan siaran pada pukul 22.00 waktu setempat.  Sementara itu, untuk para orang tua diwajibkan untuk mengaktifkan mode remaja, guna menghadirkan tayangan yang sesuai dengan usia mereka.

“Semua siaran langsung harus dimatikan secara paksa pada pukul 10 malam,” kata lembaga tersebut.

Sebagai informasi, keputusan tersebut muncul setelah China meluncurkan kampanye membenahi berbagai masalah yang muncul dalam bisnis livestreaming online dan video pendek. Di mana, melalui kampanye tersebut pemerintah berusaha untuk mempromosikan konten yang dianggap pantas dan legal.

Platform livestreaming yang paling menonjol di negara itu adalah ByteDance's Douyin, TikTok, Kuaishou (1024.HK), Bilibili berbasis Alibaba (9626.HK), serta Huya (HUYA.N) dan Douyu.

#China   #TikTok   #Anak   #livestreaming

Share:




BACA JUGA
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Malware Carbanak Banking Muncul Lagi dengan Taktik Ransomware Baru
Malware Carbanak Banking Muncul Kembali dengan Taktik Ransomware Baru