
Salah satu cuitan akun @nahdlatululama sebelum diserahkan ke pengurus baru PBNU
Salah satu cuitan akun @nahdlatululama sebelum diserahkan ke pengurus baru PBNU
Cyberthreat.id - Ultimatum dari Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf yang mengancam melaporkan pemegang akun Twitter @nahdlatululama ke polisi jika tidak diserahkan ke pengurus baru PBNU dalam waktu 1 x 24 jam akhirnya membuahkan hasil.
Pada Selasa sore kemarin, salah satu ketua PBNU Mohamad Syafi Alielha @savicali bahwa akun tersebut terverifikasi centang biru dengan lebih dari 800 ribu pengikut itu telah diserahterimakan kepada pengurus baru PBNU.
"Buat teman-teman yang ngikuti akun @nahdlatululama, sebagai info saat ini akun sedang dalam proses penyerahan admin lama ke pengurus baru PBNU," tulis @savicali yang juga pengelola situs web nu.or.id.
"Per jam 17:50 akun sudah diserahkan aksesnya ke PBNU yang baru," tambahnya.
Namun, @savicali tidak menyebut siapa pemegang akses akun itu sebelumnya. Sebab, menurut Saifullah Yusuf, pihaknya tidak tahu siapa yang memegang akses akun itu.
Amatan Cyberthreat.id, tidak ada perubahan yang berarti setelah akun @nahdlatululama diserahkan ke pengurus baru. Tidak ada juga pemberitahuan bahwa akun tersebut telah berpindah tangan ke pengelola baru.
Konten yang terkesan mengolok-ngolok Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dicuitkan sekitar 20 jam lalu juga masih dibiarkan di sana.
"Terima kasih Menag. Tolong temanya diperbaiki. Itu tema Muktamar ke-34 NU tahun lalu, Dik Menteri," tulis akun itu merespon cuitan dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang kini telah dihapus.
Sebelumnya, pada hari Selasa kemarin, Sekjen PBNU yang akrab disapa Gus Ipul memberi waktu 1x24 untuk pemegang akun itu agar menyerahkannya kepada pengurus baru NU.
Penyebab Gus Ipul menyoal akun Twitter @nahdlatululama lantaran belakangan ini cuitannya sudah bernada lain, termasuk mengolok-olok ketua NU yang baru yakni KH. Yahya Cholil Staquf.
"Belakangan cuitan-cuitannya tidak mencerminkan kaedah yang benar, bahkan cenderung mengadudomba. Guyonannya tidak tepat, cenderung menyakiti," kata Gus Ipul.
Sebagai contoh, ketika akun @nu_online yang dikelola oleh pengelola situs resmi NU www.nu.or.id mencuit artikel berjudul "Canda Gus Yahya Saat Pengukuhan PBNU", akun @nahdlatululama meresponnya dengan mengatakan,"Mohon maaf, Pak Ketum. Humornya kurang mengena."
Seorang netizen yang juga merasakan perubahan nada cuitan akun @nahdlatululama berkomentar,"Diksi admin @nahdlatululama periode sebelumnya resmi & serius. Sekarang kok kocak? Pasti admin baru hasil bursa transfer dari @NUgarislucu nih."
“Karena pengurus periode sekarang serius2. Jadi kami harus mengimbangi,” balas akun @nahdlatululama.[]
Share: